Home / News / Nasional / Gatot Nurmantyo: Yang larang bicara politik di masjid tak paham Islam

Gatot Nurmantyo: Yang larang bicara politik di masjid tak paham Islam

Jendral Gatot Nurmantyo.

Yogyakarta (RiauNews.com) – Jelang pesta demokrasi yang akan berlangsung, yakni Pilkada Serentak pada 2018 ini dan Pemilihan Umum pada 2019 mendantang, sejumlah pihak, terutama dari pemerintah kerap memberikan arahan atau malah melarang umat untuk berbicara politik di masjid atau tempat ibadah lainnya.

Menanggapi hal ini, mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa isu ini mungkin disampaikan orang-orang yang tidak mengerti Islam atau orang yang sok tahu tentang Islam.



“Yang menyampaikan itu, satu, kalau dia umat Muslim, dia tidak tahu tentang agama. Kedua, kalau bukan umat Muslim, tuh sok tahu agama Islam, kan gitu,” kata Gatot yang ditemui setelah mengisi dialog kebangsaan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta, Jumat (4/5/2018).

Dalam dialog kebangsaan itu mengangkat tajuk “Menjaga Perdamaian dan Kesatuan Bangsa Indonesia” ini, Gatot yang menjadi salah satu pembicara menekankan, Islam itu rahmat bagi semesta alam sehingga semua yang ada di alam tentu ada di dalam Alquran. Gatot mengingatkan, ilmu kedokteran, astronomi, bahkan pemerintahan semua ada di dalam Alquran.

Dilanjutkan Gatot, ilmu pemerintahan ada di dalam Alquran, yaitu surah an-Naml yang banyak mengisahkan Kerajaan Sulaiman. Karena itu, ia merasa aneh jika ada isu membicarakan politik dilarang dilakukan di masjid.

“Kalau (bicara) politik dilarang, padahal isi Alquran itu tentang manusia kan ada juga politik, lah gimana ceritanya,” ujar Gatot.

Dikutip dari Republika, Gatot menerangkan, seorang Muslim melakukan ibadah tentu menirukan Rasulnya, Muhammad SAW. Kemudian, saat Rasulullah SAW berbicara tentang pemerintahan atau tentang politik di Raudah, di Masjid Nabawi, bagaimana bisa di Indonesia dilarang.

“Harusnya yang dilarang bukan bicara politik, tapi bicara mengadu domba, mengajak yang tidak benar-benar, itu baru betul. Kalau politik, politik itu tujuannya mulia, hanya disalahartikan saja,” kata Gatot.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: