Home / News / Nasional / Dua ABK Tugboat yang ditabrak kapal tanker ditemukan tewas

Dua ABK Tugboat yang ditabrak kapal tanker ditemukan tewas

Tugboat TB KOI 3 tampak terbalik usai ditabrak kapal tanker di perairan perbatasan Indonesia-Singapura. (Foto: ist/Batamnews)

Batam (RiauNews.com) – Dua anak buah kapal Tugboat (TB) Koi 3 yang karam usai ditabrak Kapal Tanker Shun Sheng di Perairan Selat Singapura ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Keduanya adalah Dodi Maulana dan Budi Setiyono yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam insiden maut pada Kamis (7/2/2019) pagi.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Tanjungpinang, Eko Suprianto, mengatakan, dua korban itu ditemukan tim Singapura saat melakukan penyelaman di kabin dek utama TB Koi 3.

“Informasi dari pihak Singapura (korban) sudah ditemukan,” kata Eko Suprianto, Jumat (8/2/2019).

Ia mengatakan, kini dua jenazah ABK TB Koi 3 sudah diserahkan ke pihak kepolisian Singapura untuk diidentifikasi.

”Hasil identifikasi dari kepolisian Singapura menyatakan bahwa dua orang korban dipastikan kru dari TB Koi 3 meninggal dunia,” jelasnya.

Adapun korban kecelakaan maut tugboat berbendera Sierra Leone itu yakni, Iswahyudi, Syamsu Alam, Karjan, Setia Budi Damai ditemukan dalam keadaan selamat.

Saat insiden ini terjadi, TB KOI 3 sedang menarik tongkang yang membawa muatan pasir dari Pasir Gudang Malaysia. Tiba-tiba sebuah tanker MT Sun Sheng menabrak tugboat tersebut.

Dari enam orang awak tugboat, dua dinyatakan hilang di laut, yakni Dodi Maulana dan Budi Setiyono. Dari laporan resmi dari Basarnas Batam yang diterima batamnews, kejadian itu sekira pukul 05.00 WIB. Tugboat menarik tongkang itu dengan tujuan Tuas (Singapura).

Haluan sebelah kanan tugboat ditabrak tanker pada posisi 01 12′ 000″ N – 103 40′ 000″ E. Tugboat itu terbalik dan tali tongkang putus.

Empat orang selamat Setia Budi Damai (34), Iswahyudi (38), Samsul Alam (31) dan Karjan (36)dibawa ke rumah sakit yang ada di Singapura. Dua orang yang hilang diduga terjebak di dalam tugboat. sementara tongkang muatan pasir itu sudah dievakuasi ke Singapura. Para awak merupakan WNI.

Tim SAR gabungan dari Indonesia dan Singapura mencoba untuk mengevakuasi korban yang hilang dari kecelakaan tugboat tersebut. Penyisiran dilakukan di perairan Pulau Nipah dan perairan Out Port Limited (OPL) antara Indonesia-Singapura.***

Sumber: Batamnews

Komentar
%d blogger menyukai ini: