11 Desember 2018
Home / News / Nasional / Disebut organisasi menyimpang, GP Ansor tak terima pernyataan Dubes Arab Saudi

Disebut organisasi menyimpang, GP Ansor tak terima pernyataan Dubes Arab Saudi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. (Kredit: Republika)

Jakarta (RiauNews.com) – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Muhammad Al-Suaibi. Dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, GP Ansor mendesak pemerintah Indonesia untuk meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari Osamah terkait unggahan tersebut.

Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Sekretaris Jenderal Abdul Rochman.



“Kami dengan ini memohon kepada Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, agar kiranya dapat menggunakan koresponden diplomatik yang ada, guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi sehubungan dengan materi Unggahan dimaksud,” demikian pernyataan Pimpinan Pusat GP Ansor dalam surat perihal permohonan koresponden diplomatik tersebut, Senin (3/12/2018).

Dalam pernyataannya, Yaqut mengatakan GP Ansor adalah organisasi keagamaan dan kepemudaan yang berasaskan kepada Islam Ahlusunnah wal Jamaah. Bahkan, GP Ansor turut serta memperjuangkan kemerdekaan RI.

Menurutnya, bendera yang dibakar oleh salah satu anggota GP Ansor pada Peringatan Hari Santri di Limbangan Garut, Jawa Barat, pada 22 Oktober lalu adalah bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ia menyebutkan pemerintah juga telah menyatakan melalui beberapa media massa bahwa bendera tersebut adalah bendera HTI.

Cuitan Duta Besar Arab Saudi untuk RI, Osamah Muhammad Al-Suaibi, yang dipersoalkan dan kini telah dihapus. (Kredit: Jurnalisindonesia.co.id)

Ia menyatakan HTI merupakan suatu organisasi yang menggunakan agama dan simbolnya demi politik dan kekuasaan. Organisasi tersebut telah dilarang pemerintah di Indonesia dan di beberapa negara di timur Tengah.

Ia menambahkan baik pelaku pembakaran bendera maupun pelaku yang menyelundupkan bendera yang dibakar sama-sama sudah diproses di kepolisian. Masalah ini, menurutnya, telah diselesaikan secara hukum menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia.

“Kami mengharapkan klarifikasi dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi atas Unggahan tersebut. Organisasi kami telah disebutkan sebagai ‘organisasi yang menyimpang secara aqidah’ dalam materi unggahan,” kata dia.

Pernyataan GP Ansor merespons unggahan di akun media sosial Osamah Muhammad Al-Suaibi pada Ahad (2/12) pukul 13.05 WIB. Osamah menulis tentang Reuni Akbar Alumni 212 yang digelar pada Ahad yang berpusat di lapangan Monas, Jakarta.

Berikut cuitan Osamah yang diterjemahkan oleh Said Aqil Siroj dalam konferensi pers:

“Massa yang berjumlah lebih dari 1 juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh pihak atau seorang dari pihak organisasi sesat menyimpang. Jadi, kemarin reuni 212 dengan jumlah yang banyak itu karena mensikapi terhadap pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh oknum dari organisai sesat. Juga dihadiri oleh calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto dan wakil ketua parlemen Fadli Zon dan tokoh-tokoh lain.”

Komentar
%d blogger menyukai ini: