22 September 2018
Home / News / Nasional / Disangka benda luar angkasa, ternyata…

Disangka benda luar angkasa, ternyata…

Pelampung rambu-rambu atau mooring buoy yang sempat disangka benda luar angkasa oleh nelayan di Trengalek. (Kredit: istimewa/Sindonews)

Trenggalek (RiauNews.com) – Sebuah benda misterius berukuran cukup besar yang berbahan logam campuran terapung di laut, membuat geger nelayan di Pantai Ngadipuro, Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Informasinya benda itu pertama kali disaksikan Musdi (47), nelayan setempat yang tengah mencari ikan. Karena merasa asing dan khawatir hal-hal yang tidak diinginkan, yang bersangkutan langsung memberitahu nelayan lainnya.



“Sempat diduga benda dari luar angkasa yang jatuh. Bersama petugas, benda itu kemudian ditarik hingga ke pinggir pantai,” ujar Hadi, salah seorang saksi mata, dikutip Sindonews, Rabu (21/3/2018).

Kasubag Humas Polres Trenggalek Inspektur Satu Supadi memastikan benda aneh itu sebagai pelampung rambu-rambu atau mooring buoy. “Dipastikan ini pelampung rambu rambu. Bukan benda antariksa,” ujar Supadi kepada wartawan.

Buoy ini berupa drum setinggi 3 meter dengan diameter sekitar 6-7 meter. Warnanya cokelat dengan sebagian kondisi telah berkarat. Dari hasil koordinasi dengan pihak terkait, buoy itu diklaim berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Mengingat fungsinya sebagai rambu pelampung, buoy ini berada di perairan dengan kedalaman tertentu.

“Dari hasil koordinasi dengan pihak Pelabuhan Tanjung Perak, disampaikan bahwa rambu pelampung itu milik mereka,” kata Supadi.

Selain sebagai lampu jalur kapal laut, buoy juga sebagai tempat bersandar kapal besar yang tidak bisa merapat ke pantai. Secara teknis, buoy dihubungkan rantai dengan benda yang bernama sinker yang berbobot lebih berat. Sinker ditanam di dasar laut tempat buoy berada.

Kenapa bisa sampai perairan Trenggalek? Menurut Supadi, kemungkinan akibat jangkar atau rantai yang putus. Putusnya jangkar diduga akibat tersangkut kapal besar yang melintas. “Diduga karena jangkar yang putus tersangkut kapal. Kemudian terbawa arus hingga ke Trenggalek,” jelasnya. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: