11 Desember 2018
Home / News / Nasional / Bicaranya sering dipotong Boni Hargens, Miing Gumelar Teriak Mau Pulang dari ILC

Bicaranya sering dipotong Boni Hargens, Miing Gumelar Teriak Mau Pulang dari ILC

Dedi Gumelar dan Boni Hargens berdebat panas dalam ILC tvOne.

Jakarta (RiauNews.com) – Perdebatan yang cukup sengit terjadi antara Politikus PAN Dedi Gumelar alias Miing dengan pengamat politik yang juga mantan relawan Jokowi, Boni Hargens yang kini menjadi Komisaris salah satu BUMN. Perihal yang diperdebatkan adalah soal politik identitas.

“Saya ingin menjelaskan ketidakmengertian mengapa mereka (massa) datang. Peristiwa tersebut katarsis dari ketidakadilan, mereka menyatakan satu suasana batin yang sama sebagai umat Islam Indonesia. Kalau ada politik identitas ya wajar saja,” kata Dedi Gumelar merespons pernyataan soal identitas politik yang sempat disinggung Boni dalam acara ILC di tvOne, Selasa (4/12/2018) malam.



Sebelumnya Boni menjelaskan bahwa banyak hal yang dipolitisasi di Indonesia termasuk agama. Hal itu juga bisa tampak dalam reuni aksi 212 yang menurut dia justru sangat kental dengan kampanye dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga. Namun atas pernyataan Dedi itu, Boni lalu menginterupsi mengatakan bahwa dia tak mengatakan bahwa politik identitas salah namun sayangnya politisasi sudah kebablasan.

“Politik identitas tidak masalah bos namun politisasi identitas yang kebablasan, semua dipolitisasi cara duduk cara berdiri lama-lama cara kencing juga dipolitisasi,” kata Boni dalam kesempatan yang sama.

Namun Dedi kemudian membantah,”Panitianya bukan politisi lho.”

“Exactly tapi ada simbol politik di sana ada gambar Prabowo dan spanduk artinya ini sudah masuk wilayah kampanye,” jawab Boni lebih keras.

Hal itu kemudian membuat Dedi yang dahulu berlabuh di PDIP itu meminta agar dia tidak dipotong waktu bicaranya. Bahkan sempat mencoba merebut kesempatan dengan menyebut apakah dia perlu meninggalkan acara tersebut.

“Jatah saya jangan diambil dong, pak Karni saya boleh pulang enggak,” kata Dedi Gumelar.***

Sumber: Viva

Komentar
%d blogger menyukai ini: