11 Desember 2018
Home / News / Nasional / Anggota Dewan sebut kartu nikah tak perlu sebaiknya dibatalkan

Anggota Dewan sebut kartu nikah tak perlu sebaiknya dibatalkan

Buku nikah dan kartu nikah yang menjadi polemik. (Kredit: Merdeka)

Jakarta (RiauNews.com) – Anggota Komisi VIII DPR RI, Khatibul Umam Wiranu, mengatakan progam Kementerian Agama (Kemenag) terkait kartu nikah itu tak perlu dan sebaiknya dibatalkan saja. Sebab, ini hanya akan memancing persoalan baru yang ruwet bila dilihat dari berbagai aspek.

‘’Kalau dilihat secara fungsional memang kartu nikah tak perlu. Ini karena yang penting buku nikah karena dalam mengurus paspor itu pakai buku nikah, bukan kartu nikah. Sebagai alat identitas juga tak perlu sebab sudah ada KTP, SIM hingga identitas lain,’’ kata Khatibul Umam Wiranu, di Jakarta, Jumat (16/11).



Selain itu, kartu nikah akan berkonsekuensi munculnya soal bagaimana perawatan situs, pemeliharaan web, dan hal terkait lainnya. Semua itu akan ada karena terkait soal IT yang ujungnya terkait EKTP yang masih tak beres.

”Dulu kita kan ingin ada ‘identitas tunggal’ dalam soal data kependudukan yang bisa dijadikan landasan untuk bayar pajak, PLN, urusan dengan bank, dan lainnya. Nah, soal kartu nikah akan menjadi soal baru yang tak perlu. Cukup di E KTP untuk soal data itu bisa tertampung.”

‘’Kedepan memang negara harus berbasis data yang kuat. Dan itu harus ada dengan berbasis E KTP. Jadi kartu nikah tak perlu. Apalagi ini program kementrian, bukan program negara. Dan juga soal lainnya siapa yang menjamin keamanan data itu sebab ini terkit dengan data pribadi di era ‘Big Data’ ini,’’ ujarnya.

Selain itu, adanya kartu nikah yang dilaporkan masyarakat masih atau hanya tertuju kepada orang Islam. Hal ini juga bisa memicu adanya diskriminasi kebijakan. Sebab, setiap ada kebijakan baru itu memang harus berlaku untuk semua, yakni tak hanya kepada orang yang menikah di kantor urusan agama saja.***

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: