18 November 2018
Home / News / Nasional / Anggota Banser bakar bendera tauhid, ini tanggapan Yaqut Cholil

Anggota Banser bakar bendera tauhid, ini tanggapan Yaqut Cholil

Ketup GP Ansor Yaqut Choli Qoumas.

Jakarta (RiauNews.com) – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mempersilakan para pihak yang merasa dirugikan dengan insiden pembakaran bendera dengan melaporkan ke pihak kepolisian. Ia juga menambahkan, akan memberikan pendampingan hukum terhadap kader Banser apabila diperlukan.

“Ini negara hukum jadi kalau memang ada yang melaporkan, ada yang merasa terganggu, merasa dirugikan silahkan dilaporkan saja,” kata dia pria yang akrab disapa Gus Tutut, Selasa (23/10/2018).



Gus Tutut menyayangkan kejadian pembakaran bendera berlafal tauhid yang diduga milik ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh kader Banser Garut. Menurut dia, kader tersebut telah melanggar protap yang sudah diinstruksikan pengurus pusat.

“Kami menyayangkan apa yang dilakukan oleh teman-teman ini. Jadi ketika ada yang melakukan tindakan sendiri dengan membakarnya ini tentu menyalahi protap,” ujar dia.

Gus Tutut menjelaskan, protap tersebut diinstruksikan pengurus pusat sampai ke tingkat bawah. Protap itu menginstruksikan apabila kader Banser menemui atribut, simbol, atau apapun bentuknya yang teridentifikasi dengan HTI agar didokumentasikan lalu diserahkan kepada pihak kepolisian. “Bukan kemudian mengambil tindakan sendiri,” lanjut dia.

Gus Tutut juga mengatakan berdasarkan laporan pengurus Banser di Garut ada sejumlah orang yang mengibarkan bendera HTI tersebut di tengah peringatan Hari Santri Nasional. Ia menyebut di antaranya terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, dan Cianjur.

Menurut dia, hal inilah yang kemudian memprovokasi Banser di Garut melakukan pembakaran bendera berlafal tauhid. Akan tetapi, ia juga tidak bisa membenarkan aksi tersebut karena memang kader Banser tersebut melanggar instruksi.

Ia menekankan kepada para kader Banser bahwa tidak boleh main hakim sendiri. “Dari sekian banyak kasus kan cuma terjadi (pembakaran) di Garut dan yang lainnya patuh. Tentu kita di pimpinan pusat akan menegaskan kembali tidak boleh ada cara-cara seperti itu. Jadi kalau yang di Garut ini insiden ya, saya sangat menyayangkan itu,” kata Gus Tutut.***

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: