14 Desember 2018
Home / News / Kesehatan / MUI tegaskan imunisasi MR wajib meski vaksinnya belum halal

MUI tegaskan imunisasi MR wajib meski vaksinnya belum halal

Imunisasi MR saat ini masih menjadi pro dan kontra di masyarakat karena vaksinnya yang belum halal.

Jakarta (RiauNews.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan sifat imunisasi campak rubella (measles rubella/MR) memang tidak halal namun anak-anak Indonesia wajib mendapatkan imunisasi ini. Alasannya MUI meyakini hal itu karena sifatnya darurat dan masih menjadi satu-satunya vaksin.

Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin mengatakan, terkait masalah vaksin MR, MUI sudah mengeluarkan fatwa no 4 tahun 2016. Di fatwa itu sudah diputuskan bahwa melakukan imunisasi yang mengancam, menimbulkan penyakit, kecacatan yang berkelanjutan, maka bukan hanya boleh digunakan, bahkan wajib.



“Apalagi menurut informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang punya kompetensi, rubella ini sangat berbahaya dan itu artinya memang bahaya, jadi imunisasi MR ini merupakan kewajiban. Memang vaksin MR itu tidak halal, tetapi kalau darurat vaksin itu boleh digunakan, apalagi masih menjadi satu-satunya yang ada,” kata Ma’ruf Amin saat ditemui di diskusi FMB bertema ‘Jalan Panjang Fatwa MUI Vaksin MR’, di Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018) petang.

Ia menyontohkan vaksin meningitis untuk jamaah ibadah haji. Dulu para jamaah haji harus divaksin meningitis yang bahan bakunya belum halal 2010 lalu. Tetapi mau tidak mau mereka harus mendapatkan imunisasi itu karena jika menolak, sang jamaah tidak boleh memasuki Arab Saudi dan berhaji.

Akhirnya saat itu MUI memperbolehkan jamaah haji Tanah Air menggunakan vaksin meningitis dari Belgia itu karena dia darurat dan dia tidak boleh haji jika menolak. Kemudian pada 2011 baru ditemukan imunisasi meningitis halal.

Kasus itu, dia melanjutkan, sama halnya imunisasi MR yang digunakan karena masih menjadi satu-satunya vaksin untuk mengatasi rubella. Jadi, kata dia, imunisasi MR harus tetap digunakan sampai tidak ada dampak buruk untuk Indonesia.

Apalagi, kata dia, Kementerian Kesehatan sudah menunjukkan langsung contohnya dan bahaya jika tidak mendapatkannya. Kalau generasi muda Indonesia akan seperti itu, Indonesia akan menjadi bangsa yang lemah dan kalah berkompetisi dengan bangsa yang lain.

“Jadi imunisasi MR itu wajib. Andaikan nanti ada vaksin yang halal tentu harus pakai yang halal,” katanya.***

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: