21 September 2018
Home / News / Kesehatan / Menkes imbau masyarakat tak perlu panik dengan difteri

Menkes imbau masyarakat tak perlu panik dengan difteri

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Jakarta (RiauNews.com) – Pemberian vaksin difteri kini diperluas atau Outbreak Response Immunization (ORI), yakni sejak anak usia 0-19 tahun. Cara ini dilakukan untuk mencegah virus difteri tidak makin meluas di masyarakat.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F. Moeloek usai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Ditambahkannya, masyarakat tidak perlu panik dengan penyakit difteri, sebab pihaknya telah mengupayakan berbagai cara untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) ini dengan menggandeng sejumlah instansi menyosialisasikan tindakan.



“Kami dibantu oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk sosialisasi agar masyarakat bisa lebih mengerti dan tidak panik,” kata Nila.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Muhammad Subuh, mengatakan bahwa tindakan penanganan ORI tak perlu menunggu turun tangan pemerintah pusat.

Saat ini, imunisasi secara berkala dapat dilakukan di tiap wilayah mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota. Ia meyakini, ketersediaan vaksin di seluruh daerah bisa diberikan pada warga yang ingin melakukan imunisasi.

“Artinya stok yang ada di provinsi itu adalah tiga bulan plus cadangannya satu bulan. Berarti stok adanya empat bulan. Yang ada di kabupaten, satu tambah satu. Satu bulan dipakai, satu bulan cadangan, berarti dua bulan. Yang ada di puskesmas satu bulan dipakai, satu minggu cadangan,” kata dia.*** (Antara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: