Home / News / Kesehatan / Mengenal Leukemia lebih dekat

Mengenal Leukemia lebih dekat

 

Penyebab Leukemia

Sayangnya hingga saat ini masih sedikit sekali yang diketahui tentang penyebab leukemia. Namun ada kemungkinan penyakit ini dipicu oleh faktor genetik dan lingkungan. Misalnya jika seorang anak mengalami kelainan genetik tertentu atau terpapar radiasi atau bahan kimia berbahaya.

Namun para ahli telah meninjau sejumlah faktor yang dapat memperbesar risiko seorang anak untuk mengidap kanker darah. Berikut akan dijelaskan beberapa faktor tersebut.

1. Faktor Genetik

Faktor genetik untuk kanker darah ada pada DNA. Faktor ini sering kali diturunkan dari orang tua. Tetapi meskipun ada beberapa faktor genetik yang meningkatkan risiko kanker darah pada anak, sebenarnya sebagian besar kanker tidak terkait faktor genetik.

a. Penyakit Bawaan Sejak Lahir

Ada sejumlah penyakit kelainan keturunan yang dapat membuat seorang anak berisiko mengidap kanker darah.

Sindrom Down (trisomi 21): Anak dengan sindrom Down memiliki kelebihan (tiga) salinan kromosom 21. Mereka lebih berisiko mengidap leukemia limfositik akut (ALL) atau leukemia myeloid akut (AML). Sindrom Down juga dikaitkan sebagai salah satu faktor penyebab kanker darah transien.
Sindrom Li-Fraumeni: Ini adalah kondisi langka yang disebabkan oleh perubahan pada gen supresor tumor TP53. Anak yang memiliki kondisi ini berisiko tinggi untuk mengidap sejumlah kanker, termasuk leukemia, sarkoma tulang atau jaringan lunak, kanker payudara, kanker kelenjar adrenalin, dan tumor otak.

Sekalipun Anda mengalami kelainan bawaan ini, tidak berarti bahwa Anda pasti mengidap penyakit kanker. Kondisi yang disebabkan hanya memperbesar kemungkinan adanya kanker. Ada beberapa kondisi keturunan yang menyebabkan seorang anak lahir dengan gangguan sistem kekebalan. Kondisi keturunan tersebut antara lain:

  • Ataxia-telangiectasia
  • Sindrom Wiskott-Aldrich
  • Sindrom Bloom
  • Sindrom Schwachman-Diamond

Sistem kekebalan tubuh yang terganggu tentu akan melemahkan tubuh dalam menghadapi paparan radikal bebas. Itulah alasan mengapa penderita dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, juga berpotensi mengalami penyakit kanker darah leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan).

b. Riwayat Leukemia Pada Keluarga

Saudara kandung (kakak atau adik) dari anak penderita leukemia mempunyai risiko lebih besar (sekitar 2 – 4 kali) untuk mengidap kanker. Risikonya lebih besar lagi di antara saudara kembar. Jika salah satu anak kembar menderita kanker darah, maka saudaranya punya sekitar 1 dari 5 kemungkinan untuk juga menderita kanker.

Walau demikian beberapa faktor genetik yang disebutkan tidak selalu dapat dijadikan penyebab utama terjadinya kanker. Beberapa faktor genetik tersebut hanya memperbesar kemungkinan bagi generasi selanjutnya untuk mengalami kanker. Terlepas dari faktor tersebut, ada beberapa kasus kanker yang terjadi karena faktor lainnya.

c. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan adalah pengaruh-pengaruh yang diciptakan oleh lingkungan sekitar, misalnya radiasi dan bahan kimia tertentu. Mereka bisa menjadi salah satu faktor penyebab leukemia.

d. Pengobatan Tertentu

Terkena radiasi tingkat tinggi adalah faktor penyebab kanker pada anak. Contohnya pada kasus bom atom di Jepang, anak-anak yang selamat diketahui memiliki risiko tinggi untuk mengidap AML, biasanya 6 – 8 tahun setelah terpapar radiasi bom.

Anak-anak dan orang dewasa yang menjalani pengobatan untuk kanker jenis lain menggunakan obat kemoterapi tertentu diketahui berisiko mengidap AML di kemudian hari. Obat-obat itu contohnya cyclophosphamide, chlorambucil, etoposide, dan teniposide. Kanker pada anak biasanya akan berkembang dalam waktu 5 – 10 tahun setelah perawatan itu.

Faktor penyebab kanker pada anak lainnya yaitu paparan terhadap bahan kimia tertentu, seperti benzena. Benzena adalah zat pelarut yang digunakan dalam industri bahan pembersih dan untuk memproduksi beberapa obat, plastik, juga pewarna. Namun risikonya lebih besar pada orang dewasa daripada anak-anak. Dan paparan bahan kimia cenderung dikaitkan dengan kasus kanker leukemia AML.

Faktor ini dimiliki oleh anak-anak yang menjalani perawatan intensif untuk menekan sistem kekebalan tubuhnya (terutama pada anak yang menerima transplantasi organ). Faktor ini dikaitkan dengan jenis kanker leukemia ALL.

Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa beberapa kasus kanker pada anak terjadi akibat perpaduan antara faktor genetik dan lingkungan. Dengan kata lain kanker dapat dialami oleh siapapun, beberapa faktor yang disebutkan hanya meningkatkan risiko serangan kanker.

Sebagai contoh, kelainan tertentu pada genetik anak membuat tubuhnya kurang mampu menyingkirkan bahan-bahan kimia berbahaya. Sehingga kalau ia terpapar bahan kimia yang berbahaya, tubuhnya akan lebih terpengaruh oleh bahan tersebut. Dan pada akhirnya ia lebih berisiko mengembangkan kanker.

>> Berikutnya: Indikasi dan Pengobatan Leukemia

Komentar
%d blogger menyukai ini: