18 November 2018
Home / News / Internasional / Warga Swedia terpukau saksikan kostum pengantin Minang

Warga Swedia terpukau saksikan kostum pengantin Minang

Kostum penanting Minangkabau. (Kredit Foto: muahunter.com)

Stockholm (RiauNews.com) – Kostum pengantin Minang (Sumatera Barat) lengkap dengan suntiang yang menghias kepala diaspora Indonesia, menarik perhatian masyarakat Swedia dalam acara karnaval Landskrona Karnevalen di kota Landskrona di selatan Swedia, Sabtu (5/8/2017).

Sekitar 40 diaspora Indonesia berasal dari berbagai kota di selatan Swedia terdiri dari ibu rumah tangga, para suami yang berkewarganegaraan asing dan anak-anak serta mahasiwa mengenakan busana daerah Indonesia milik KBRI Denmark.

Mereka mengikuti karnaval terbesar di Swedia yang diadakan sejak 1992 setiap bulan Juli.

“Kami ingin bangsa Swedia memahami kesamaan budaya Indonesia yang juga suka anak-anak seperti bangsa Swedia,” kata penanggung jawab tim Indonesia, Nina Mussolini-Hansson sebagaimana dilansir Antara.

Landskrona Karnevalen adalah karnaval terbesar di Swedia yang menampilkan beragam seni budaya, dari artis profesional Swedia maupun dari klub tari dihadiri sekitar 300 ribu penonton, baik penduduk setempat maupun turis.

Di sepanjang jalan pusat kota Landskrona, tempat pawai berlangsung, publik berebut memotret tim diaspora Indonesia, terutama pengantin Minang yang menggunakan suntiang kepala khas Minang. Tidak jarang penonton menyetop pengantin untuk mengambil gambar.

“Wow! kalian sangat meriah. Kostum kalian sangat indah dan berwarna-warni. Boleh saya foto bersama sebentar?” ujar seorang penonton bernama Kristin Petterson.

Diaspora Indonesia tergabung dalam Indonesia Bagus Dance Club, membawakan tiga tarian mewakili pulau di Indonesia, yakni Tari merak dari Jawa Barat, Tari Kipas dari Sulawesi dan Tari Maumere dari NTT.

Ratusan penonton memadati panggung menyaksikan tim Indonesia menari. Kehadiran Indonesia, bagi sebagian besar penonton menjadi alternatif tontonan baru Landskrona Karnevalen yang selama ini didominasi Amerika Latin dan Samba.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: