10 Desember 2018
Home / News / Internasional / Wanita ini tetap tegar meski tak miliki vagina dan rahim

Wanita ini tetap tegar meski tak miliki vagina dan rahim

Briana Fletcher.

Nova Scotia (RiauNews.com) – Bagi setiap wanita, mampu melahirkan anak dari kandungan sendiri adalah sebuah kebanggaan, karena memang sudah fitrahnya. Namun ternyata tidak semua wanita bisa demikian.

Seperti yang dialami oleh perempuan muda berusia 23 tahun asal Nova Scotia, Kanada, Briana Fletcher.

Dia bukan hanya tak bisa melahirkan bayi dari rahimnya, namun juga tak pernah mengalami siklus bulanan yang biasa terjadi pada perempuan normal, menstruasi.

Hal ini karena dia lahir dengan sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH), yang mengakibatkan sistem reproduksinya menjadi kurang berkembang, seperti tidak memiliki vagina, rahim, dan leher rahim, tetapi memiliki tuba fallopi dan ovarium.

Daily Mail pada Jumat (3/2/2018) melansir, kelainan yang dialaminya berarti membuat Briana tidak bisa memiliki anak, meskipun ada kemungkinan untuk memiliki keturunan melalui fertilisasi in vitro dan surogasi. Briana juga tidak mengalami menstruasi setiap bulannya, tapi tetapi tetap mengalami tanda-tanda pubertas secara normal.

Dengan keadaan yang sedemikian rupa, maka Briana kerap mendapat tanggapan miring soal kelainan yang dialaminya. Untuk pertama kalinya Briana mengungkap mantannya sempat mengatakan dia bukanlah wanita sejati, meskipun mantannya juga sempat menerima keadaan tersebut.

“Tapi, saya seorang perempuan mengalami menstruasi atau tidak, bukan berarti dia bisa mengatakan pendapat yang kasar,” ucapnya.

Awalnya Briana tidak menyadari kelainan yang terjadi padanya, tapi saat merasa sudah memasuki masa pubertas, tapi tidak juga mulai menstruasi, barulah dia memiliki firasat ada yang tidak benar dalam dirinya.

“Itu adalah petunjuk pertama. Namun, dokter awalnya hanya menghubungkan keluhan saya itu dengan berat badan saya yang rendah,” jelasnya.

Meskipun mengalami kelainan pada sistem reproduksinya, Briana mengaku tidak merasa berbeda dengan wanita pada umumnya. Namun, dirinya hanya sedikit merasa aneh ketika ada wanita lain yang bertanya padanya soal tampon atau pembalut di sekolah, tapi dia tidak memilikinya.

Briana mungkin memiliki pilihan untuk transplantasi rahim, menggunakan ibu pengganti atau adopsi, tapi ia merasa tidak bisa memiliki anak bukan berarti ia bukan wanita sejati. Satu dari delapan pasangan berhubungan dengan infertilitas. MRKH juga terkait dengan masalah ginjal dan perubahan tulang, dalam kasus yang terjadi pada Briana, ia menderita skoliosis.*** (Okezone)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: