21 Agustus 2018
Home / News / Internasional / Vanity Fair “sarankan” Hillary Clinton berhenti berpolitik dan belajar merajut

Vanity Fair “sarankan” Hillary Clinton berhenti berpolitik dan belajar merajut

Majalah Vanity Faid dengan sampul bergambar Hillary Clinton.

Washington (RiauNews.com) – Sebuah video “humor” yang dilansir oleh majalah Vanity Fair terhadap Hillary Clinton, berbuah hujatan di media sosial. Namun seperti halnya kasus-kasus lain, terdapat sejumlah pihak yang pro dan kontra terhadap video tersebut.

Mereka yang pro tentu saja yang bertolak-belakang dengan istri mantan Presiden AS Bill Clinton, termasuk Presiden AS saat ini Donald Trump. Sementara yang kontra umumnya pendukung Hillary pada saat pemilihan tahun lalu.



Video tersebut “menyarankan” enam resolusi tahun baru untuk Hillary, namun salah satunya berisi “melakukan hobi baru di tahun baru: kerja relawan, merajut, meningkatkan kemampuan komedi – apapun yang membut Anda tidak mencalonkan lagi”

Hal ini memicu tudingan seksisme di media sosial.

Analis menyebutkan banyak yang meminta agar Clinton dan pendukungnya untuk melupakan kekalahan dengan menarik diri dan mengizinkan partai untuk bangkit kembali, kata analis.

Meski begitu, jika ini hanya untuk gurauan semata, banyak pengguna Twitter yang tidak terkesan.

Dalam responnya penulis Vanity Fair yang berada dibalik saran ‘merajut’, Maya Kosoff, dilaporkan menulis cuitan bahwa dia tidak “merasa dihargai karena dibawa keluar dari konteks sehingga membuatnya tampak sangat seksis”.

Pengguna Twitter lain, termasuk Fox News, menyebut cuitan-cuitan itu sebagai “kemarahan liberal”.

Namun, dalam pernyataannya juru bicara Vanity Fair, Beth Kseniak mengatakan :”Itu merupakan sebuah upaya menyampaikan humor dan kami menyesal telah kehilangan sasaran.”

Permintaan maaf Vanity Fair itu malah dikritik oleh Donald Trump, yang mengalahkan Hillary dalam pilpres 2015.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: