20 Oktober 2018
Home / News / Internasional / Uni Eropa tolak kemerdekaan Catalonia

Uni Eropa tolak kemerdekaan Catalonia

Demonstrasi warga Catalonia menuntut kemerdekaan dan pemisahan dari Spanyol. (Kredit Foto: Mirror)

Barcelona (RiauNews.com) – Setelah referendum pemisahan diri dari Spanyol dilakukan beberapa hari lalu, kini giliran parlemen Catalonia yang mendeklarasikan kemerdekaan, Jumat (27/10/2017).

Mosi kemerdekaan diloloskan oleh dewan perwakilan yang diisi 135 anggota, dengan perbandingan 70 suara mendukung, 10 menentang dan 2 abstain. Anggota dari Partai Sosialis, Partai Rakyat dan Ciudadanos meninggalkan ruang sidang sebelum pemungutan suara dalam rangka protes.



Namun pernyataan kemerdekaan Catalonia ini tampaknya akan melewati jalan terjal. Selain dianggap ilegal oleh pemerintahan pusat, Uni Eropa juga tak memberikan respon positif.

Presiden Uni Eropa, Donald Tusk lewat akun Twitternya mengatakan bahwa Spanyol ‘satu-satunya teman bicara’ setelah parlemen Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol.

“Bagi Uni Eropa tak ada yang berubah. Spanyol tetaplah teman bicara kami satu-satunya. Saya harap pemerintah Spanyol mengambil tindakan cepat, bukan sekadar berargumen,” cuit Tusk usai pemungutan suara Catalonia.

Presiden Uni Eropa, Donald Tusk.

Sebelumnya, Parlemen regional Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol pada Jumat (27/10) melalui pemungutan suara yang kini kemungkinan besar dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Keputusan ini diambil hanya beberapa saat sebelum Spanyol menerapkan kewenangan pusat di daerah otonom itu. Langkah yang tak pernah dilakukan sebelumnya ini berisiko semakin memicu kekisruhan setelah parlemen menyatakan merdeka.

Krisis telah memecah Catalonia dan memicu kebencian luar biasa terhadap Spanyol. Peristiwa ini juga membuat perusahaan-perusahaan hengkang dari wilayah sejahtera itu dan mengkhawatirkan para pemimpin Eropa yang takut negara-negara lain mengikuti jejak Barcelona.

Ada ketidakpastian soal bagaimana langkah ini akan berlaku di lapangan dan apakah warga Catalan akan menerimanya.

Sementara di Barcelona, dikabarkan sejumlah masyarakat mendukung kemerdekaan turun ke jalan dan meneriakkan ‘Liberty’ atau ‘Merdeka’ dalam bahasa Catalan dan menyanyikan lagu tradisional Catalan. *** (CNN)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: