19 November 2018
Home / News / Internasional / Tentara Israel bantai 58 warga Palestina yang protes pemindahan Kedubes AS

Tentara Israel bantai 58 warga Palestina yang protes pemindahan Kedubes AS

Tentara Israel menembaki warga Palestina dengan peluru dan gas air mata yang menentang pemindahan Kedubes AS untuk ISrael ke Yerusalem. (Kredit: Reuters)

Yerusalem (RiauNews.com) – Polisi dan tentara Israel menebar teror ke warga Palestina yang melakukan aksi demonstrasi penolakan pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem.

Dalam aksi yang kemudian berakhir dengan kerusuhan pada Senin (14/5/2018) tersebut, dilaporkan 58 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka terkena tembakan pasukan keamanan negara zionis.



Kementerian kesehatan Palestina mengungkapkan sampai saat ini korban meninggal dalam aksi protes sebanyak 58 orang. Protes yang telah dimulai sejak 30 Maret 2018 lalu, kembali memanas saat diresmikannya pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Upaya massal oleh warga Palestina untuk menyeberangi pagar perbatasan yang memisahkan negara Yahudi tersebut dari Gaza berubah menjadi kekerasan. Itu karena tentara Israel membalas dengan tembakan senapan.

Dikutip dari laman Republika, hari Senin (14/5) kemarin menjadi hari paling berdarah sejak kampanye demonstrasi yang dimulai tujuh pekan lalu untuk memprotes blokade ekonomi Israel di Gaza. Puluhan ribu warga Palestina ambil bagian dalam protes Gaza. Protes juga terjadi di Tepi Barat, di mana fokusnya adalah langkah kedutaan.

Tentara dan penembak jitu Israel menggunakan sejumlah gas air mata serta tembakan langsung untuk menahan para pemrotes agar tidak memasuki wilayah Israel.

Militer Israel mengatakan bahwa beberapa orang di kerumunan sedang menanam atau melontarkan bahan peledak, dan banyak yang menerbangkan layang-layang ke Israel. Setidaknya satu layang-layang di luar kibbutz Nahal Oz, dekat Kota Gaza, memicu api.

Menjelang tengah malam, aksi protes yang paling dekat dengan Kota Gaza telah berubah menjadi pertempuran sengit. Ini menjadi sebuah panorama kacau dari asap, sirene dan gas air mata yang membentang di sepanjang pagar.

Pekerja darurat dengan tandu melarikan pengunjuk rasa yang terluka. Banyak dari mereka yang terluka di kaki tetapi beberapa telah ditembak di perut. Beberapa di antaranya adalah remaja. Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa lebih dari 2.700 orang terluka secara keseluruhan tetapi tidak memberikan kerusakan penuh.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: