Home / News / Internasional / Setelah hampir setengah abad, Singapura kini miliki Presiden etnis Melayu

Setelah hampir setengah abad, Singapura kini miliki Presiden etnis Melayu

Halima Yakob menjadi perempuan pertama sebagai Presiden Singapura.

Singapura (RiauNews.com) – Negara pulau yang juga menjadi salah satu negara termakmur di Asia Tenggara, Singapura, kini memiliki presiden dari etnis Melayu. Hal ini Halimah Yacob, mantan ketua parlemen, akan secara resmi diangkat menjadi pejabat di posisi paling seremonial pada Rabu 13 September 2017 ini.

Sebagaimana dilansir Reuters, dengan tujuan memperkuat rasa inklusivitas di negara yang beragam budaya ini, Singapura telah menetapkan bahwa posisi presiden akan diperuntukkan bagi kandidat-kandidat dari warga etnis Melayu saat ini.

Pengalaman Halimah sebagai ketua DPR secara otomatis membuatnya memenuhi persyaratan untuk pencalonannya. Empat kandidat lainnya, dua bukan dari etnis Melayu dan dua tidak mendapat sertifikat kelayakan, kata departemen pemilihan umum.

Orang Melayu terakhir yang menjadi presiden adalah Yusof Ishak, yang gambarnya menghiasi uang kertas Singapura. Yusof menjabat sebagai presiden dari 1965 hingga 1970, tahun-tahun pertama kemerdekaan Singapura setelah penggabungan dengan Malaysia yang berlangsung singkat. Namun, kekuasaan eksekutif tetap di tangan Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama Singapura.

Kesuksesan ekonomi Singapura dan kebijakan pendidikan telah membantu memperbesar kelompok kelas menengah etnis Melayu. Namun dalam sensus terakhir pada 2010 menunjukkan mereka kalah dengan kelompok etnis lainnya dalam beberapa ukuran seperti misalnya penghasilan rumah tangga dan kepemilikan rumah.

Etnis Melayu yang berkisar 13 persen dari total 3,9 juta penduduk warga negara Singapura dan penduduk tetap, juga memiliki prestasi yang kurang bagus untuk pendidikan universitas dan sekolah menengah. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: