18 November 2018
Home / News / Internasional / Rashida Tlaib jadi muslimah pertama di Kongres AS

Rashida Tlaib jadi muslimah pertama di Kongres AS

Rashida Tlaib, Muslimah pertama yang terpilih untuk duduk di Kongres AS.

Washington (RiauNews.com) – Mantan anggota dewan negara bagian Michigan, Rashida Tlaib, menjadi Muslimah pertama yang berhasil terpilih untuk duduk di Kongres AS. Politikus Partai Demokrat dari Distrik Michigan ini berhasil menang mulus dengan suara meyakinkan lebih dari 70 persen.

Tlaib menjadi salah satu Muslimah yang sejak awal diyakini akan menang dalam pemilihan sela. Selain wanita keturunan Palestina itu, ada juga nama Ilhan Omar yang diprediksi menang untuk duduk di kursi Kongres mewakili Minnesota.



Talib memenangkan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) Distirk Ke-13 Michigan mencakup wilayah Detroit.

Sebelumnya, wilayah itu dipegang oleh John Concyers dari Partai Demokrat yang mengundurkan diri pada awal tahun lalu karena kasus pelecehan seksual.

Di sisi lain, tidak ada kandidat Partai Republik lain yang maju. Tlaib pun tanpa rintangan dan dengan mudah memenangkan pemilu di distrik Michigan yang demokratis.

Menurut laporan pusat penelitian Pew, pemilihan Tlaib merupakan terobosan baru bagi Kongres yang kini memiliki dua anggota parlemen Muslim.

Pew mencatat proporsi di Kongres mengidentifikasikan orang Kristen lebih dari 90 persen sejak 1960-an, meskipun ada lebih banyak perbedaan agama di sisi Demokrat.

Sebagai titik perbandingan, hanya 0,4 persen dari Kongres adalah Muslim. “Ini bukan hanya berada di sana dan pamer kepercayaan agama Anda,” ujar Tlaib dalam wawancara dengan CNN.

“Saya selalu memberi tahu orang-orang bahwa saya membagi Islam dengan cara yang sangat penting, cara yang berdampak melalui layanan publik,” ujarnya.

Menurut situs kampanyenya, Tlaib merupakan wanita Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota parlemen negara bagian Michigan. Dia adalah putri imigran Palestina yang merupkaan penduduk asli Detroit.

Tlaib merupakan bagian dari sekitar 100 Muslim Amerika yang mengajukan pencalonan diri untuk Kongres tahun ini. Angka itu dilihat sebagai lonjakan dari studi terkait pada penolakan terhadap meningkatnya Islamfobia selama pemerintahan Donald Trump.

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: