16 Desember 2018
Home / News / Internasional / Pengamat perkirakan Arab Saudi akan abstain dalam voting resolusi PBB terhadap Amerika

Pengamat perkirakan Arab Saudi akan abstain dalam voting resolusi PBB terhadap Amerika

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.

New York (RiauNews.com) – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) akan segera mengadakan voting terkait rancangan resolusi untuk menolak keputusan secara sepihak pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sejumlah negara diketahui sudah dalam posisi yang tegas, yakni menolak keputusan Amerika tersebut, seperti yang dilakukan Turki, Uni Eropa dan Indonesia.

Namun yang menarik untuk ditunggu apa sikap Arab Saudi nantinya. Seperti diketahui, negara kaya di jazirah Arab ini merupakan sekutu utama AS di Timur Tengah.



Raja Salman sendiri menepis anggapan bahwa Saudi akan mendukung Amerika soal Yerusalem. Ini tergambar dari pertemuan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud saat bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menegaskan komitmennya mendukung Palestina.

Tapi Konsultan Truman National Security Project, Elie Jacobs punya prediksi yang berbeda. Kepada Aljazeera dia menilai Saudi bisa saja mengambil posisi abstain.

“Hubungan Saudi dan Amerika membuat voting ini akan berjalan menarik. Saya tak yakin mereka akan menolak resolusi. Tapi abstain mungkin,” ujar Elie, Kamis (21/12/2017).

Amerika Serikat sendiri sudah menebar ancaman akan menghentikan semua bantuan finansial ke negara-negara yang mendukung resolusi tersebut nantinya.

“Mereka menerima ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, lalu mereka mendukung (resolusi) yang menentang kita. Oke, mari kita lihat siapa saja yang memberikan suara. Biarkan mereka melakukan pemungutan suara menentang kita,” kata Presiden AS Donald Trump, kepada para wartawan di Gedung Putih.

Selain itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, dalam suratnya kepada puluhan negara anggota PBB pada Selasa yang dibaca oleh Reuters, memperingatkan bahwa Trump telah memintanya untuk “melaporkan negara-negara yang bersuara menentang kami.”

Nikki secara terang-terangan mengatakan di Twitter, “AS akan mencatat nama-nama (negara yang bersuara menentang Amerika Serikat).”

“Saya suka pesan yang dikirimkan Nikki kemarin di PBB kepada negara-negara itu, yang menerima uang kita dan kemudian mereka besuara menentang kita di Dewan Keamanan, atau mereka yang berpotensi menentang kita di majelis (Majelis Umum PBB),” kata Trump.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: