21 November 2018
Home / News / Internasional / Pemilik toko buah didenda miliaran karena kurang bayar gaji karyawan

Pemilik toko buah didenda miliaran karena kurang bayar gaji karyawan

Pemilik toko buah di Melbourne didenda miliaran Rupiah karena kurang membayar gaji karyawan.

Melbourne (RiauNews.com) – Mantan pemilik sebuah toko buah di Melbourne telah didenda karena membayar upah seorang pengungsi Afghanistan dengan jumlah yang kurang dari ketentuan, setelah ia bekerja berminggu-minggu tanpa upah.

Lembaga Fair Work Australia mendenda Abdulrahman Taleb -mantan pemilik dan operator toko Sunshine Fruit Market di wilayah Sunshine, Melbourne -sekitar AUD 16.000 (atau setara Rp 160 juta) dan perusahaannya senilai AUD 644.000 (atau setara Rp 6,44 miliar) karena dengan sengaja mengabaikan peringatan tentang tingkat upah dan memotong upah pekerja.

Diberitakan Austalia Plus, Pengadilan Sirkuit Federal menemukan bahwa pekerja, yang merupakan seorang pengungsi dari Afghanistan dan berbicara sedikit bahasa Inggris, itu tak dibayar sepeserpun selama beberapa pekan di tahun 2012.

Ia kemudian dibayar dengan upah tetap sebesar $ 10 (atau setara Rp 100 ribu) per jam hingga maksimum $ 120 (atau setara Rp 1,2 juta) per hari untuk pekerjaan menyusun dan memindahkan buah serta sayuran.

Pengungsi itu seharusnya menerima tingkat upah normal senilai $ 17 (atau setara Rp 170 ribu) per jam dan senilai $ 38 (atau setara Rp 380 ribu) pada akhir pekan dan senilai $ 43 (atau setara Rp 430 ribu) pada hari libur.

Ia juga tidak diberi istirahat makan yang dijanjikan, meski terkadang bekerja lebih dari 12 jam sehari.

Denda itu merupakan rekor bagi lembaga Fair Work Ombudsman, yang menyalip denda di bulan Februari terhadap mantan pemilik- sebuah kafe di Albury, New South Wales.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: