16 Desember 2018
Home / News / Internasional / Pangeran Arab Saudi dipukuli karena korupsi

Pangeran Arab Saudi dipukuli karena korupsi

Mohammed bin Salman.

Riyadh (RiauNews.com) – Orang terkaya di Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, dijebloskan ke penjara dan disiksa karena tidak mau mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi senilai USD6 miliar (Rp85 triliun).

Alwaleed ditangkap dua bulan lalu sebagai bagian penyidikan skandal korupsi dilakukan komite antikorupsi Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Dia ditangkap bersama dengan puluhan pangeran dan pejabat pemerintahan yang dinilai korup.

Awalnya Alwaleed ditahan di Hotel Ritz Carlton Riyadh, tapi karena dia enggan mengembalikan dana yang diduga dikorupsinya, maka dia dipindahkan ke penjara Al-Hair. Dia tidak sendirian, tapi bersama dengan 60 tahanan lainnya dipindahkan ke penjara itu.



Pangeran Turki bin Abdullah, anggota House of Saud, juga salah satu pangeran yang dijebloskan ke penjara tersebut. Melansir Al-Araby Al-Jadeed, penjara dengan keamanan supermaksimum itu terletak di selatan Riyadh. Di dalam penjara, Alwaleed dikabarkan disiksa dan dipukuli.

Bahkan, dia pun diposisikan layaknya tahanan dengan model penyiksaan digantung dan kepalanya diturunkan. Saat ditahan di Ritz Carlton, Alwaleed enggan memenuhi tuntutan dari Mohammed bin Salman agar membayar USD6 miliar. Dia juga menolak menyerahkan perusahaan investasinya kepada Pemerintah Saudi.

Padahal Alwaleed memiliki kekayaan senilai USD17 miliar (Rp242 triliun) versi majalah Forbes. Dia juga masih menjabat sebagai chairman dan pemilik perusahaan investasi internasional Kingdom Holding. Namun, Alwaleed kini sedang bernegosiasi mengenai kesepakatan tersebut.

Menurut pejabat senior Arab Saudi, sejauh ini belum ada kesepakatan mengenai pengembalian harta korupsi itu. “Dia (Alwaleed) menawarkan sejumlah tawaran, tetapi itu tidak sesuai. Jaksa agung belum menyetujuinya,” ungkap pejabat yang enggan disebutkan namanya.

Sumber kedua yang dekat dengan Pangeran Alwaleed mengungkapkan kalau Alwaleed menawarkan model donasi kepada Pemerintah Saudi. Pasalnya, dia tidak mengakui kalau dirinya bersalah. “Dia juga ingin memilih aset yang akan diserahkan kepada pemerintah,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.*** (Okezone)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: