24 Oktober 2018
Home / News / Internasional / Menlu AS gerah dalam kabinet Trump

Menlu AS gerah dalam kabinet Trump

Menlu AS Rex Tillerson.

Washington (RiauNews.com) – Keretakan dalam kabinet Donald Trump tampaknya mulai menyeruak. Ini ditandai dengan kabar kurang sedap yang berembus dari Kantor Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat, dimana sang menteri Rex Tillerson, disebut frustasi dalam menjalankan tugasnya.

Adapun yang menjadi penyebab kurang puasnya Rex, adalah dia merasa tidak dihargai lantaran kebijakannya selalu direcoki oleh Gedung Putih dan Presiden Donald Trump.

Dilansir dari laman CNN, Rabu (26/7), rumor tentang kekecewaan mantan orang nomor satu di ExxonMobil menyeruak setelah beberapa orang-orang dekatnya menyatakan dia merasa gagal mengemban tugas karena terlalu banyak campur tangan Gedung Putih dan sikap Trump yang tak bisa ditebak. Padahal, Trump menurut Tillerson sudah berjanji bakal memberikan dia kuasa penuh mengurus kebijakan luar negeri AS ketika didapuk menjadi menteri luar negeri. Konon, dia bersiap mengundurkan diri akhir tahun ini.

Menurut sumber, kekecewaan Tillerson semakin menjadi ketika Trump memutuskan bakal menerapkan sanksi baru buat Iran. Apalagi, dia juga merasa anak buahnya tak ada yang cakap bekerja. Selain itu, menantu Trump, Jared Kushner, yang dijadikan penasihat presiden juga ikut campur dan potong kompas hingga menyebabkan kebijakan luar negeri diterapkan berbeda-beda.

Trump dan Tillerson juga kerap silang pendapat terkait beberapa masalah dunia. Antara lain sikap terhadap Korea Utara, krisis Qatar versus Liga Arab, konflik Suriah, ISIS, hingga kemelut Palestina dan Israel.

Trump dianggap terlalu ngotot memperjuangkan prinsip ‘Amerika yang Utama’, sedangkan dia tidak mampu berbuat apa-apa sehingga membuatnya dikritik habis-habisan oleh sekutu politiknya.

Meski demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert, menyangkal seluruh rumor. Sebab, Tillerson tidak pernah terlihat dalam rapat di Gedung Putih. Diduga dia memang menghindar dari Trump dan para penasihatnya. Namun menurut Nauert, Tillerson saat ini hanya ‘rehat sejenak’ dari segala rutinitas. Ketika ditanya apakah ada kemungkinan Tillerson mengundurkan diri, Nauert buru-buru menyanggah. Sebab, menurut dia Tillerson sedang mengambil cuti dan memilih pelesiran.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: