Home / News / Internasional / Korban meninggal aksi terorisme di Selandia Baru capai 50 orang

Korban meninggal aksi terorisme di Selandia Baru capai 50 orang

Sejumlah karangan bunga diletakkan di teras masjid Chirschurch, tempat terjadinya penembakan brutal oleh teroris. (Foto: Reuters)

Christchurch (RiauNews.com) – Kepolisian Selandia Baru menyatakan jumlah korban meninggal dalam peristiwa penembakan di dua masjid di Kota Christchurch bertambah menjadi 50 orang. Mereka menemukan jasad itu di salah satu masjid yang menjadi tempat kejadian berlangsung.

“Saya menyatakan korban meninggal saat ini bertambah menjadi 50. Tadi malam kami berhasil membawa seluruh korban dari tempat kejadian. Dengan cara itu kami berhasil menemukan seluruh korban,” kata Komisioner Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, seperti dilansir Reuters, Minggu (17/3).

Mike menyatakan jumlah korban luka saat ini juga berjumlah 50 orang.

Baca: Satu WNI dipastikan tewas dalam penembakan Selandia Baru

Penembakan itu terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. Yakni di Masjid Linwood dan Masjid Al Noor. Peristiwa terjadi ketika umat Islam setempat hendak menggelar Salat Jumat.

Aparat kepolisian Selandia Baru lantas menangkap empat orang, terdiri dari tiga lelaki dan satu perempuan, terkait kejadian itu. Seorang pelaku, Brenton Tarrant, adalah warga Australia.

Brenton menyatakan diri sebagai penganut ideologi ekstrem kanan dan supremasi kulit putih. Dia sempat mengirim manifesto pemikirannya sebelum melakukan aksinya.

Baca: Banyak Peluru di tubuh warga Padang korban penembakan di Selandia Baru

Brenton bahkan merekam aksi keji itu dan disiarkan secara langsung melalui akun Facebook miliknya. Dia sudah diseret ke pengadilan dan didakwa dengan pasal pembunuhan.

Tiga warga Indonesia menjadi korban dalam kejadian itu. Salah satu di antaranya, Lilik Abdul Hamid, meninggal.

Sedangkan dua orang lainnya, yakni Zulfirmansyah dan anaknya, dirawat di ruang perawatan intensif di Rumah Sakit Christchurch. Zulfirmansyah disebut dalam keadaan kritis dan menjalani dua kali bedah. Sedangkan anaknya sudah stabil.***[CNN]

Komentar
%d blogger menyukai ini: