Home / News / Internasional / Kebakaran Grenfell Tower ungkap kesenjangan sosial di London

Kebakaran Grenfell Tower ungkap kesenjangan sosial di London

Api melahap habis rumah susun Grenfell Tower di London. (Kredit Foto: Reuters)

London (RiauNews.com) – Kebakaran hebat yang terjadi di rumah susun Grenfell Tower sejauh ini telah mengakibatkan 79 orang tewas dan hilang. Namun diperkirakan yang hilang tersebut juga tewas dalam kebakaran gedung paling mematikan di London, sejauh ini.

Selain jumlah korban yang tinggi, cepatnya api melahap gedung 24 lantai ini juga mengungkapkan fakta kesenjangan sosial cukup tinggi di Ibu Kota Inggris, khususnya di London Barat sektor Kensington dan Chelsea.

Kawasan ini terkenal baik di Inggris maupun di luar negeri, sebagai kawasan tempat tinggal para bintang pop, selebritis, jet-set dan para bankir, dimana hanya beberapa meter dari gedung nahas tersebut berjejer sudut-sudut paling makmur di Inggris yang terdiri dari townhouse-townhouse elegan bernilai jutaan poundsterling.

Bencana itu telah memicu solidaritas di mana warga kota London beramai-ramai menyumbangkan pakaian, sepatu dan tempat tidur, selain membanjirnya relawan.

Namun di jalan-jalan sekitar gedung yang terbakar itu, orang-orang memendam amarah dengan menuduh pihak berwenang telah mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan kaum miskin karena lebih berpihak kepada kepentingan kaum kaya.

Alia Al-Ghabbani, resepsionis yang tinggal di gedung itu, adalah satu di antara banyak orang yang marah pada renovasi dinding bangunan itu belakangan ini yang disebut media massa memainkan peran pada begitu cepatnya api menyebar.

“Sungguh menjengkelkan mengapa mereka mempercantik menara ini. Itu karena menara ini merusak pemandangan orang-orang yang tinggal di perumahan-perumahan sangat mahal di seberangnya,” kata dia.

Aktivis sosial Pilgrim Tucker yang bergandengan erat dengan para pemukim Grenfell Tower selama renovasi menyebut kebakaran hebat itu sebagai konsekuensi tragis dari pembiaran dalam jangka waktu lama oleh seluruh bagian sebuah komunitas.

“Orang yang tinggal di perumahan sosial ini tahu mereka dibaikan,” kata dia. “Jika pemerintah sungguh bekerja, kebakaran ini pasti tidak terjadi.”***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: