Home / News / Internasional / Amerika ancam hentikan bantuan pada negara penentang Yerusalem ibu kota Israel

Amerika ancam hentikan bantuan pada negara penentang Yerusalem ibu kota Israel

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Washington (RiauNews.com) – Amerika Serikat kembali menunjukkan sikap arogannya, yakni dengan mengancam akan menghentikan bantuan kepada negara-negara yang menentang kebijakannya terkait pengakuan Yerusalem menjadi ibu kota Israel di sidang Majelis Umum PBB.

“Mereka menerima ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, lalu mereka mendukung (resolusi) yang menentang kita. Oke, mari kita lihat siapa saja yang memberikan suara. Biarkan mereka melakukan pemungutan suara menentang kita,” kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kepada para wartawan di Gedung Putih.

Majelis Umum PBB beranggotakakan 193 negara akan mengadakan sidang khusus darurat pada Kamis atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim. Sidang itu akan menggelar pemungutan suara atas rancangan resolusi, yang diveto Amerika Serikat pada Senin (18/12) di tingkat Dewan Keamanan PBB.



Di Dewan Keamanan, 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan memberikan suara dukungan terhadap resolusi yang dirancang oleh Mesir. Rancangan resolusi itu tidak secara khusus menyebut Amerika Serikat ataupun Trump namun menyatakan “sangat menyesalkan keputusan baru-baru ini menyangkut status Yerusalem.”

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, dalam suratnya kepada puluhan negara anggota PBB pada Selasa yang dibaca oleh Reuters, memperingatkan bahwa Trump telah memintanya untuk “melaporkan negara-negara yang bersuara menentang kami.”

Nikki secara terang-terangan mengatakan di Twitter, “AS akan mencatat nama-nama (negara yang bersuara menentang Amerika Serikat).”

“Saya suka pesan yang dikirimkan Nikki kemarin di PBB kepada negara-negara itu, yang menerima uang kita dan kemudian mereka besuara menentang kita di Dewan Keamanan, atau mereka yang berpotensi menentang kita di majelis (Majelis Umum PBB),” kata Trump.

Beberapa diplomat senior mengatakan peringatan yang disampaikan Haley itu kemungkinan tidak akan mengubah sikap banyak negara di Majelis Umum.

Miroslav Lajcak, Ketua Majelis Umum PBB, menolak berkomentar soal pernyataan Trump, namun ia menambahkan bahwa “Negara-negara anggota berhak dan bertanggung jawab untuk menyatakan pandangan mereka.”

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menolak mengomentari pernyataan Trump tersebut.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: