Home / News / Bisnis / Xpander tak diperbolehkan jadi armada taksi

Xpander tak diperbolehkan jadi armada taksi

Mitsubishi Xpander.

Tangerang (RiauNews.com) – Keluarga baru Mitsubishi yang menjadi primadona di ajang pameran otomotif GIIAS 2017, ICE-BSD City, Tangerang, Banten, Xpander, tidak diperbolehkan menjadi armada taksi konvensional.

Menurut Kepala Penjualan dan Pemasaran Region I PT Mitsubishi Motors Kramayudha Sales Indonesia (MMKSI), Budi Dermawan Daulay, penekanan ini diperlukan guna menjaga citra produk sebagai mobil penumpang.

“Sejak awal revitalisasi (di segmen mobil) passenger, opsi taksi memang tidak jadi pilihan bagi kami…untuk taksi kami tidak mau,” ungkapnya saat ditemui di anjungan Mitsubishi GIIAS, Sabtu (19/8/2017).

Mitsubishi pun tidak akan tergoda dengan tawaran volume yang besar untuk menjadikan Xpander sebagai armada taksi,

“Karena image, walaupun dari sisi volume bisa ambil kesempatan, tapi kami tidak,” kata dia. “Ada yang mau pakai Delica buat taksi, juga tidak dikasih”.

Namun pihak Mitsubishi tentunya tidak bisa mengontrol penggunaan Xpander sebagai taksi online karena menggunakan plat hitam.

“Kalau untuk taksi online kan tidak tahu, karena plat hitam,” pungkas dia.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, mobil dari segmen MPV mulai bermain di segmen taksi reguler yang melayani permintaan di sejumlah daerah di Indonesia. Taksi MPV secara perlahan mulai menggantikan taksi sedan walaupun di sejumlah kota taksi konvensional sedan masih banyak beroperasi.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: