19 November 2018
Home / News / Bisnis / Xpander geser posisi Avanza, ini kata Toyota

Xpander geser posisi Avanza, ini kata Toyota

Mitsubishi Xpander sukses melengserkan Toyota Avanza sebagai mobil paling laku periode Februari 2018.

Jakarta (RiauNews.com) – Pendantang baru kendaraan kelas low MPV Tanah Air, Mitsubishi Xpander, terbukti telah membuat Avanza “disingkirkan” konsumen Indonesia. Hal ini terlihat dari data panjualan periode Februari 2018 yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dimana Xpander sukses menggeser Avanza dari posisi puncak yang selalu dipegang sejak 2004 hingga awal 2018.

Mobil yang hadir perdana pada Agustus 2017 itu, memang fenomenal. Desainnya tidak seperti mobil keluarga kebanyakan. Pabrikan mobil asal Jepang itu merancang Xpander menyerupai mobil tangguh sport utility vehicle atau SUV.



Meski sempat diterpa isu tidak sedap, namun perlahan Xpander berhasil mencuri hati konsumen di Tanah Air. Jumlah unit yang dipesan sudah mencapai lebih dari 50 ribu unit, sedangkan kapasitas produksi hanya 7.000 unit per bulan.

Angka penjualan dari pabrik ke diler menunjukkan Xpander memiliki selisih 600-an unit, lebih banyak dibanding Avanza.

Selama Februari 2018, wholesales Xpander tercatat 7.400 unit. Sedangkan Avanza yang sudah 13 tahun menduduki peringkat atas, pada Februari 2018 lalu, hanya laku 6.773 unit.

Dikutp dari laman Viva.co.id, Toyota punya versi sendiri, mengapa mobil sejuta umat kebanggaan mereka bisa digeser oleh model mobil yang baru hadir enam bulan lalu.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Franciscus Soerjopranoto menjelaskan, volume produksi Avanza dikurangi sebagai bentuk kompensasi bagi Rush.

Ditambah, Rush mendapat antusiasme positif, hingga inden mengular panjang. Akibatnya, Avanza harus mengalah, sembari menunggu versi terbarunya.

Ia mengatakan, ada pergeseran dari konsumen setia Avanza ke Rush. Harganya pun tak terpaut jauh dari Avanza, dan sudah mengusung segmen low SUV.

“Kami mengedepankan keinginan pasar. Sekarang terbagi dua (fungsional dan modern) dengan munculnya Xpander. Dari situ kami melihat, Rush segmennya di tengah-tengah. Desain sudah mendekati Xpander, tetapi mesin dan sebagainya masih sama,” tuturnya.

Langkah Toyota menghadirkan Rush memang tepat. Sejak Honda meluncurkan HR-V 1.5 pada 2015, ‘bulan madu’ Toyota di segmen tersebut berakhir. Angka penjualan Rush selalu kalah dari gacoan Honda tersebut.

Hingga akhirnya, Rush terbaru muncul di awal tahun ini. Periode Januari-Februari, Rush yang tidak lagi mengusung ban serep di luar itu lebih laku dari HR-V 1.5.

Setelah sukses menggeser Honda di low SUV, kini pekerjaan rumah Toyota adalah segmen low MPV. Mereka harus segera mengubah penampilan Avanza, agar tidak jadi bulan-bulanan Mitsubishi.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: