26 September 2018
Home / News / Bisnis / Trump dinilai tak paham perdagangan internasional

Trump dinilai tak paham perdagangan internasional

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Washington (RiauNews.com) – Mantan assisten atase perdagangan Amerika Serikat (AS) untuk Cina, Claire Reade menilai Presiden AS Donald Trump tidak mengerti cara kerja perdagangan internasional. Hal ini ia ungkapkan setelah Trump ingin menarik perusahaan otomotif Ford dan Apple untuk memproduksi barang-barang mereka di Amerika.

“Jika kebijakan Trump dirancang untuk menghentikan fungsi mata rantai perdagangan seperti yang sudah selama ini berjalan, maka itu kemenangan untuk Trump,” kata Reade yang bekerja di bawah pemerintahan Barack Obama dan George W Bush, seperti dilansir dari New Zealand Herald, Selasa (11/9/2018).

Menurut Reade, pernyataan Trump bahwa mobil atau barang elektronik yang tidak diimpor dari Cina dan dibangun serta diproduksi di Amerika akan menekan biaya produksi, tidak logis. Reade mengatakan Trump tidak memahami isu perdagangan internasional. Menurutnya, Presiden ke-45 Amerika Serikat tersebut membuat kebijakannya hanya berdasarkan perasaan.

Tidak hanya Reade, mantan pelaksana tugas deputi perdagangan internasional Amerika, Wendy Cutler juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut Cutler, lemahnya pemahaman Trump atas cara kerja perdagangan internasional banyak mempengaruhi kebijakannya.

Cutler mengatakan Trump tidak mengerti kompleksnya mata rantai perdagangan dan jenis barang mana saja yang produksinya bisa dialokasikan ke tempat yang berbeda. Selama pemerintahan Barack Obama, Cutler bertugas untuk memimpin negosiasi kesepakatan Trans-Pacific Partnership (TPP).

“Tampaknya presiden melihat keputusan antara perusahaan mana dan dimana lokasi mereka berada sebagai proposisi hitam-putih,” kata Cutler.

Pandangan Trump yang hanya hitam-putih ini pun diamini oleh Reade. Menurutnya latar belakang Trump sebagai pengusaha real estate dan hanya fokus pada kesepakatan antara penjual dan pembeli semata mempengaruhi kebijakannya di perdagangan internasional.

“Ketika Anda menganalisis perdagangan dan dampaknya, Anda harus melihat lebih jauh dari permukaan satu transaksi yang mungkin Anda fokuskan,” kata Reade.

Pada Ahad (9/11) lalu Trump menulis di akun Twitternya Ford akan berhenti menjual mobil mereka di Cina. Ia menilai, akan lebih menguntungkan jika Ford menjualnya di Amerika karena tidak ada tarif.

Namun, Ford segera membantahnya karena menurut mereka hal tersebut sangat tidak menguntungkan bagi perusahaan. Saat ini, Ford memproduksi mobil mereka di Chongqing, Cina dan Saarlouis, Jerman.

Demikian juga dengan Apple yang memproduksi produk smartphone dan gadget mereka lainnya di Cina.***

Sumber: Republika

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: