20 Januari 2018
Home / News / Bisnis / Toko ritel bertumbangan, ada apa?

Toko ritel bertumbangan, ada apa?

7-Eleven memutuskan untuk undur diri dari bisnis ritel di Indonesia.

Jakarta (RiauNews.com) – Saat ini “angin topan” sedang menerjang pasar ritel di Tanah Air. Sejumlah pemain kelas kakap, seperti 7-Eleven, PT Matahari Department Store, Ramayana dan PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAP), menutup beberapa gerai bahkan menghentikan sama sekali operasionalnya di Indonesia.

Matahari dan Ramayana telah menutup berapa gerai mereka di Jakarta, sedangkan 7-Eleven sama sekali tak lagi beroperasi. Demikian juga dengan Mitra Adi Perkasa yang akan menghentikan secara keseluruhan ritel mereka dengan merek Lotus Department Store dan Debenhams pada akhir Oktober ini.



Banyak yang menilai, toko ritel “tradisional” saat ini kalah saing dengan toko e-commerce yang dinilai memberikan harga lebih menarik dan tak perlu repot ke sana-sini. Namun benarkah hanya karena itu? Dan, bagaimana seharusnya pemerintah menyikapinya?

Dilansir oleh Kompas.com, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani mengatakan, perlu ada upaya dari pemerintah agar persoalan tutupnya gerai ritel tidak terus berlanjut.

“Tutup itu kan karena tidak laku, poinnya itu, karena pembelinya berkurang,” kata Hariyadi, Jumat (27/10/2017).

Diskon besar-besaran di Lotus Dept Store jelang berhentinya operasional pada akhir Oktober 2017.

Menurut Hariyadi, pasca-tutupnya 7-Eleven hingga saat ini, pemerintah belum serius menghiraukan masalah daya beli.

“Ini kan sekarang kementerian terkait membantahlah enggak percaya daya beli turun segala macam. Tapi kalau pemerintah sendiri tidak memahami apa yang terjadi, kan bisa memukul pemerintah itu sendiri,” tambahnya.

Hariyadi, menegaskan saat ini sudah waktunya bagi pemerintah untuk lebih mencari tahu lebih lanjut terkait persoalan daya beli dan fenomena tutupnya gerai ritel.

“Yang penting adalah segera cari tahu apa sih situasi sebenernya seperti apa, sehingga mereka bisa mengambil kebijakan yang tepat,” papar Hariyadi.

Matahari Dept Store memutuskan untuk menutup beberapa gerainya di Jakarta.

Sebelumnya, Head of Corporate Communication MAP, Fetty Kwartati mengatakan, bisnis MAP kedepan akan fokus pada gerai department store yang lain, yakni SOGO, SEIBU, dan Galeries Lafayette.

“Di berbagai belahan dunia, generasi millenials telah menjauh dari department store, dan mereka lebih memilih untuk belanja di toko-toko khusus. Tak terkecuali di Indonesia,” kata Fetty.

Menurutnya, keputusan untuk menutup toko ini dilakukan setelah mempertimbangkan perubahan tren ritel global secara hati-hati.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: