Home / News / Bisnis / Sony disarankan jual divisi Smartphone

Sony disarankan jual divisi Smartphone

Sony Building di Tokyo, Jepang.

Tokyo (RiauNews.com) – Sejumlah analis menyarankan agar Sony menjual bisnis smartphone mereka, pasalnya persaingan harga dengan vendor smartphone lain di kawasan Asia tidak bisa dihindari.

Sejauh ini Sony hanya memiliki market share kurang dari 1 persen di dunia. Perusahaan Jepang ini hanya berhasil mengapalkan 6,5 juta perangkat, utamanya ke Jepang dan Eropa.

Baca: Rugi gila-gilaan Sony tutup pabrik smartphone di Cina

Namun begitu, Sony menyebut tidak memiliki niat menjual bisnis smartphone mereka. Hal ini karena perusahaan mengharapkan smartphone menjadi bagian sentral dari jaringan nirkabel generasi kelima (5G). Pada saat itu, mobil dan berbagai perangkat dapat dihubungkan.

Hal tersebut akan membuat bisnis Sony lebih menguntungkan pada per April 2020.

Selain Sony, sebelumnya ada vendor teknologi Fujitsu yang menjual bisnis perangkat mobile-nya ke perusahaan pendanaan Polaris Capital Group.

Baca: Tak mau ketinggalan, Apple persiapkan ponsel lipat

Setelah Fujitsu menjual bisnis smartphone-nya, kini hanya tinggal tiga vendor smartphone Jepang yakni Sony, Sharp, dan Kyocera Corp.

Saat ini, bisnis smartphone global didominasi oleh merek seperti Apple, Samsung, dan sejumlah vendor perangkat terjangkau dari Cina.

Baca: Australia larang Huawei ikuti tender pengadaan infrastruktur 5G

Tahun lalu, Samsung menyebut akan menghentikan operasi di salah satu pabrik smartphone-nya di Tiongkok. Hal ini tak lain karena penjualan smartphone di dunia mengalami kemerosotan.***[LIPUTAN 6]

Komentar
%d blogger menyukai ini: