Home / News / Bisnis / Produsen berpolemik dengan pemerintah, harga kertas naik gila-gilaan

Produsen berpolemik dengan pemerintah, harga kertas naik gila-gilaan

Salah satu kertas HVS produksi PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), Perawang.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Kekhawatiran sejumlah pengusaha kecil-menengah yang membutuhkan kertas sebagai bahan utama kegiatan mereka, seperti percetakan dan Photocopy, akan naiknya harga kertas, kini menjadi kenyataan.

Hal ini berawal dari adanya pelarangan penanaman kembali hutan tanaman industri (HTI) oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang merupakan salah satu dari dua raksasa produsen kertas di Indonesia.



Menurut Afrison, salah seorang pengusaha Photocopy di Jalan Cipta Karya, Panam, Kota Pekanbaru, sudah dua minggu terakhir harga kertas naik gila-gilaan.

“Jika sebelumnya kertas HVS hanya naik Rp3.000-Rp5.000 perdus, kini mencapai Rp30.000. Rata-rata untuk semua merek, baik yang diproduksi RAPP maupun Indah Kiat (IKPP),” sebutnya.

Dampaknya, kata Afrison, dia terpaksa menaikkan harga photocopy ke konsumen.

“Ya mau gimana lagi bang, semuanya pada naik, termasuk harga toner,” sambungnya.

Efek kenaikan harga kertas ini menimbulkan efek domino, yakni naiknya harga buku tulis dan buku-buku pelajaran.

“Saat ini buku Paperline sudah Rp550 ribu perdus, padahal sebelumnya masih Rp525 ribu. Demikian juga buku-buku pelajaran terbitan Erlangga, Yudhistira dan lain-lain, rata-rata naik 10 persen,” katanya.

Kenaikan harga kertas ini sepertinya kurang mendapat perhatian dari pemerintah, tidak seperti kenaikan sembako atau daging yang gencar diberitakan beberapa waktu lalu.

Orang tua terpaksa mengeluarkan uang ekstra untuk keperluan sekolah anak-anaknya, dibanding sebelumnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: