Home / News / Bisnis / Penjualan tiket AirAsia melesat karena masih gratiskan bagasi hingga 15 kg

Penjualan tiket AirAsia melesat karena masih gratiskan bagasi hingga 15 kg

Pesawat milik maskapai Air Asia.

Jakarta (RiauNews.com) – Kebijakan bagasi berbayar yang diterapkan maskapai berbiaya rendah low cost carrier (LCC) Tanah Air, justru menguntungkan pesaingnya yang berasal dari negara tetangga, AirAsia.

Maskapai berbiaya rendah asal Malaysia tersebit mengaku penjualan tiket pesawat awal tahun ini melesat dibanding periode yang sama tahun lalu. Manajemen mengklaim peningkatan penjualan tiket lantaran perusahaan masih menerapkan bagasi gratis untuk barang bawaan 15 kilogram (kg) untuk penerbangan domestik.

AirAsia memang kekeh pada pendiriannya untuk tak mengubah kebijakan mengenai tarif bagasi yang sudah berjalan sejak perusahaan berdiri. Padahal, maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) lainnya sudah menerapkan bagasi berbayar, seperti Lion Air dan Wings Air. Sementara, Citilink Indonesia masih dalam proses sosialisasi.

Baca: Air Asia tutup rute Padang-Singapura

“Memang terus terang kami kejatuhan ‘durian runtuh’, rezeki jadi banyak karena bagasi berbayar. Mendadak penumpang senang sama kami, ya bagasi kami masih gratis. Kami syukuri saja,” papar Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan, Senin (4/3/2019).

Ia enggan merinci berapa penambahan jumlah penumpang sejak Januari hingga Februari 2019. Namun, ia menyebut penjualan tiket pesawat domestik AirAsia tak menurun usai momen tahun baru 2018 saat permintaan tiket biasanya sedang tinggi (peak season).

“Penerbangan domestik kami memang tidak banyak, tapi kan tetap saja penambahannya lumayan,” terang Dendy.

Baca: AirAsia hentikan kerja sama dengan Traveloka

Makanya, ia percaya diri bisa meraup laba bersih tahun ini. Namun, lagi-lagi Dendy tak mau membeberkan nominal pasti yang ditargetkan perusahaan.

Maskapai yang berada di bawah naungan PT Air Asia Indonesia Tbk (CMPP) ini tercatat merugi pada kuartal III 2018 sebesar Rp639,16 miliar. Angkanya kian membengkak dari posisi kuartal III 2017 yang hanya merugi Rp440,49 miliar.

“Kami masih optimis (laba tahun ini). Saya belum bisa rilis, tapi kalau lihat tren durian runtuh tadi ya bisa,” jelas Dendy.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: