18 November 2018
Home / News / Bisnis / Pasar dalam negeri makin ketat, Semen Padang lirik ekspor

Pasar dalam negeri makin ketat, Semen Padang lirik ekspor

Semen Padang. (Kredit: Jawa Pos)

Padang (RiauNews.com) – Makin leluasanya produsen semen asing, terutama Cina, merambah pasar Tanah Air, membuat produsen semen lokal yang lebih dulu ada harus makin kreatif agar tetap bertahan.

Salah satu ceruk yang dilirik adalah pasar ekspor, seperti yang dilakukan PT Semen Padang, BUMN semen yang memiliki pabrik di Indarung, Padang, Sumatera Barat. Apalagi nilai tukar rupiah yang sedang melemah terhadap dolar AS justru dianggap menguntungkan eksportir.



“Sekarang pasar yang bagus itu ekspor. Masih menguntungkan, apalagi dolar sekarang lagi naik, ini berpengaruh terhadap ekspor kita,” ujar Direktur Utama PT Semen Padang, Yosviandri, kepada media.

Yosviandri mengakui adanya tekanan yang cukup besar terhadap industri semen domestik setelah pemain asing, khususnya asal Cina, masuk ke Indonesia. Tren penjualan semen yang menurun dari tahun ke tahun, ujarnya, bukan disebabkan kualitas produk yang ikut menurun, namun lebih karena ketatnya persaingan. Sebagai gambaran, Yosviandri menyebutkan bahwa pangsa pasar semen di Indonesia bagian timur sudah ‘dipegang’ hingga 40 persen oleh produsen semen asal Cina.

“Belakangan ini penjualan Semen Padang mulai tergerus karena masuknya semen swasta, ini merupakan tantangan yang dihadapi karena ketatnya persaingan,” katanya.

Semua dinamika pasar tersebut memaksa Semen Padang rela mengalami penurunan laba sejak 5 tahun terakhir. Pada 2012 lalu, Semen Padang mencatatkan laba bersih sebesar Rp 927,69 miliar. Angka ini sempat meningkat pada 2013 dengan laba Rp 1,04 triliun. Sayangnya, laba perusahaan kemudian merosot pada 2014 menjadi Rp 927,61 miliar. Terus merosot pada 2015 dengan raihan Rp 722,83 miliar, Rp 723,80 miliar pada 2016, dan Rp 498,76 miliar pada 2017 lalu.

“Kami berharap di 2018 pencapaian laba bersih bisa meningkat di atas tahun 2017,” kata Yosviandri.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pada 2017 terdapat 15 perusahaan semen dengan kapasitas terpasang 106,3 juta ton di Indonesia. Sementara konsumsi semen dalam negeri hanya 66 juta ton, dan ekspor 5 juta ton. Hal ini menegaskan adanya kelebihan kapasitas. Bahkan sebagian perusahaan juga terpaksa melakukan strategi dengan menurunkan harga semen, untuk memenangkan persaingan.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: