23 Oktober 2018
Home / News / Bisnis / Isu RAPP membuat pengusaha fotocopy dan percetakan resah

Isu RAPP membuat pengusaha fotocopy dan percetakan resah

harga kertas HVS dikhawatirkan bisa naik terkait masalah yang menimpa PT RAPP. (Kredit Foto: Ilva/Riaunews.com)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Berita mengenai pelarangan penanaman kembali HTI oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap PT Riau Andalan Pulp and Paper, sedikit banyak membuat resah pengusaha kecil-mikro, terutama yang bergerak di bidang usaha fotocopy dan percetakan.

“Ya kita berharap tidak terjadi kenaikan harga kertas yang cukup tinggi, jika hal ini benar,” kata Dian, salah seorang pemilik toko fotocopy di kawasan Panam, Pekanbaru.

Menurutnya, dengan harga kertas sekarang ditambah dengan ongkos produksi lainnya seperti toner, listrik dan gaji operator, margin yang didapat tak begitu banyak.



“Kalau nanti harga kertas naik lebih dari lima persen, maka mau tak mau kita terpaksa menaikkan harga ke konsumen,” lanjutnya.

Hal senada diungkapkan Ferlin, pengusaha muda yang membuka toko di kawasan Marpoyan Damai.

“Bagaimana lagi, Bang. Kita tak bisa menutup ongkos operasional jika menggunakan harga lama,” katanya saat ditanyai jika terjadi kenaikan harga kertas.

Kemungkinan naiknya harga ini sendiri sebagaimana diungkapkan Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), dimana kebijakan “land swap” yang ditetapkan Kementrian LHK membuat resah pengusaha, karena kepastian lahan belum ada, dan dikhawatirkan menambah biaya produksi apabila lokasinya jauh dari pabrik.

Sebelumnya diberitakan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang beroperasi di Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan, telah mendapat teguran II dari KLHK, dimana mereka dilarang melakukan penanaman kembali dengan jenis tanaman industri, berupa Acacia sp dan Eucalyptus sp pada areal Fungsi Ekosistem Lindung Gambut (FELG).

PT RAPP yang merupakan anak perusahaan APRIL Grup, berbasis di Singapura, merupakan salah satu produsen utama kertas di Tanah Air. Produk utamanya adalah pulp (bubur kertas) dan kertas HVS merek Paperone dan lain sebagainya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: