26 May 2017
Home / News / Bisnis / Ditjen Pajak diberi kewenangan “intip” rekening di atas Rp3,3 miliar

Ditjen Pajak diberi kewenangan “intip” rekening di atas Rp3,3 miliar

Jakarta (RiauNews.com) – Bagi anda yang memiliki tabungan sebesar 250.000 dollar AS atau setara Rp 3,3 miliar (kurs 13.300), maka bersiap-siaplah untuk dipantau oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

Hal ini setelah Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomer 1 Tahun 2017 tentang akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan. Di mana bank harus melaporkan jika ada saldo rekening yang nilainya sejumlah atau lebih dari yang disebutkan di atas.

“Batas saldo yang wajib dilaporkan secara otomatis adalah 250.000 dollar AS,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (18/5/2017) kemarin.

Menurut Sri Mulyani, batas saldo rekening yang wajib dilaporkan bank kepada Ditjen Pajak merupakan ketentuan internasional. Hal itu adalah konsekuensi yang harus dipatuhi pemerintah lantaran ingin bergabung kebijakan pertukaran otomatis data informasi keuangan internasional atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

Saat ini, setidaknya ada 100 negara yang sudah berkomitmen ikut AEoI. Sekitar 50 negara akan menerapkan kebijakan itu pada tahun ini, sementara sisanya bergabung pada 2018.

Melalui kebijakan ini, maka akses informasi keuangan bisa dipertukarkan secara otomatis bagi para negara anggotanya.

Menanggapi aturan tersebut, para bankir Tanah Air umumnya menyambut positif.

Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk Hariyono Tjahjarijadi mengungkapkan, aturan ini merupakan bagian dari era keterbukaan informasi. Program amnesti pajak, kata dia, merupakan salah satu langkah besar dalam upaya keterbukaan tersebut.

“Dari sisi sebagai bagian dari AEoI, kalau tidak ikut maka Indonesia bisa dikeluarkan dari negara yang terbuka dalam hal keuangan. Kalau tidak ikut maka tidak ada yang mau investasi dan kita dikucilkan,” jelas Hariyono dilansir laman Kompas.

Hariyono pun mengatakan, seharusnya nasabah tidak perlu cemas dengan adanya aturan ini. Pasalnya, keterbukaan informasi perpajakan sudah dilakukan sejak diberlakukannya amnesti pajak.

“Kalau nasabah tidak punya masalah perpajakan ya tidak akan diapa-apakan. Saya optimis nasabah tidak akan apa-apa,” ungkap Hariyono.

Baca Juga

Penjualan daging beku Bulog capai 500 kilogram

Pekanbaru (Antarariau.com) – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau menyatakan telah melakukan penjualan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *