18 November 2018
Home / News / Bisnis / Di Depok toko dilarang pajang display rokok

Di Depok toko dilarang pajang display rokok

Display rokok di sebuah gerai mini market modern. (Kredit: Liputan6)

Depok (RiauNews.com) – Upaya mengurangi jumlah perokok, terutama pada para remaja yang mejadi perokok pemula terus digiatkan pemerintah. Salah satunya dengan membuat peraturan toko dilarang memasang display rokok, seprti yang dilakukan Pemerintah Kota Depok.

Sejak September 2018 lalu, Pemkot Depok telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Depok Nomor 300/357 tentang larangan display penjualan rokok di ritel modern di seluruh Kota Depok.



Satpol PP Kota Depok mendapat tugas melakukan pengawasan aktivitas komersialisasi rokok di seluruh ritel modern yang ada di Kota Depok. “Kami sudah kirimkan Surat Edaran Wali Kota tentang larangan display penjualan rokok ke seluruh ritel modern untuk ditaati,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto, di Balai Kota Depok, Rabu (31/10/2018).

Yayan mengatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan pengawasan dan sosialisasi larangan display penjualan rokok yang juga tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Kami belum memberikan sanksi hanya melakukan pengawasan dan penindakan langsung, misalnya menurunkan iklan rokok saat itu juga atau menutup display rokok bagi yang belum mematuhi,” terangnya.

Menurut Yayan, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), mengatur setiap orang dan badan yang menjual rokok dan/atau produk tembakau dilarang memperlihatkan secara jelas jenis dan bentuk rokok dan/atau produk tembakau lainnya. Mereka bisa menunjukkan dengan tanda tulisan ‘di sini tersedia rokok’.

Sebagaimana diungkapkan di dalam Perda pada Pasal 44, sanksi bagi perorangan adalah denda sebesar Rp 1 juta dan pidana kurungan selama tujuh hari. Sedangkan bagi badan atau lembaga denda sebesar Rp 50 juta dan pidana kurungan selama tiga bulan.

“Pemberian sanksi akan dilakukan secara bertahap, mulai dari imbauan atau peringatan selama tiga kali. Jika belum dipatuhi juga, maka akan dijatuhkan sanksi lainnya,” tegas Yayan.

Seorang pegawai mini market di Jalan Margonda, Depok, Aminah mengatakan, sudah mendapat perintah pimpinannya untuk tidak mendisplay rokok dan disimpan di dalam kotak. “Beberapa hari lalu ada petugas Satpol PP Depok datang, kami ditegur. Saat ini kami sudah tidak mendisplay lagi rokok yang kami jual,” terang dia.

Sedangkan di salah satu mini market di Jalan Nusantara, Depok, masih memajang rokok-rokok yang dijual dan juga terdapat promosi rokok. “Saya belum ada perintah manajemen, saya juga belum tahu ada surat larangan display rokok. Sampai saat ini belum ada petugas Satpol PP yang datang,” tutur Lina, seorang kasir mini market di Jalan Nusantara, Beji, Depok.***

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: