Home / News / Bisnis / BI pertegas pengharaman Bitcoin bagi fintech

BI pertegas pengharaman Bitcoin bagi fintech


Jakarta (RiauNews.com) – Bank Indonesia akan mempertegas larangan penggunaan Bitcoin dalam transaksi oleh perusahaan penyedia jasa keuangan berbasis digital alias teknologi finansial (fintech), dengan mengeluarkan aturan baru.

“Larangan penggunaan Bitcoin sebenarnya sudah ada di aturan BI PPT (Penyelenggara Pemrosesan Transaksi), namun dalam aturan fintech akan lebih diperjelas lagi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Enny V, di Cimanggis, Depok, Kamis (30/11/2017), dilansir Tempo.

Bagi fintech yang melanggar akan diberikan sanksi tegas, namun Enny tidak menjelaskan detail sanksi yang akan diberikan oleh BI. “Jadi kalau ada bank berani transaksi Bitcoin kami akan kenakan sanksi keras,” kata dia.

Enny mengetahui saat ini Bitcoin sedang hangat di masyarakat, yang mana pihaknya sulit memantau penggunaan Bitcoin.

Masyarakat, tambah Enny, biasanya memperlakukan Bitcoin sebagai komoditas dagang. Dia mengatakan harga Bitcoin sangat bergejolak karena suplainya yang hanya 21 juta, sementara permintaannya tidak jelas. “Yang jelas ini kami larang,” kata dia.

Bitcoin merupakan mata uang kripto yang diciptakan pada 2009. Bitcoin memperbolehkan kepemilikannya tanpa identitas alias anonim.

Sejak diterbitkan nilai tukar Bitcoin cenderung terus mengalami kenaikan. Nilai tukar Bitcoin mencapai rekor baru sekitar 11 ribu dolar atau sekitar Rp 148,5 juta per keping.***

Baca Juga

Disney akuisisi 21st Century Fox senilai Rp676 triliun, jadikannya “pemain” hiburan terbesar dunia

New York (RiauNews.com) – Sebuah akuisisi besar-besaran terjadi di bisnis dunia hiburan Hollywood. Walt Disney ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: