25 September 2018
Home / News / Bisnis / Aturan tumpang tindih, banyak pengusaha ‘angkat koper’ dari Batam

Aturan tumpang tindih, banyak pengusaha ‘angkat koper’ dari Batam

Kawasan industri Batamindo. (Kredit Foto: WordPress)

 

Tanjung Pinang (RiauNews.com) – Masih belum selesainya konflik kepentingan antara Pemerintah Kota Batam dengan Badan Pengusahaan Batam, membuat pengusaha yang menanamkan modal di kota industri tersebut mengalihkan investasinya ke daerah lain.

Hal ini diakui oleh Ketua Panitia Khusus Pengembangan Kota Batam, Taba Iskandar, saat dikonfirmasi mengenai adanya investor Singapura yang menutup kegiatannya di Batam.

“Memang sudah ada investor asal Singapura yang berinvestasi ke Kendal. Mereka tertarik dengan penerapan kawasan Ekonomi Khusus Kendal,” ucap Taba.

Pria yang juga anggota Komisi I DPRD Kepri itu mengemukakan sejumlah perusahaan di Batam memutuskan untuk tak lagi beroperasi, karena merasa tak nyaman dengan adanya “dua matahari” sehingga sering terjadi tumpang tindih peraturan.

Berdasarkan data yang dimilikinya, di kawasan industri Batamindo sudah ada perusahaan yang tutup. Jumlah perusahaan yang semula sekitar 60, kini tinggal sekitar 40 perusahaan.

“Di kawasan industri Kabil, Batam, juga mengalami nasib yang sama,” katanya.

Ia menjelaskan Singapura membutuhkan Batam karena kota ini memiliki infrastruktur yang memadai dan lahan yang cukup luas untuk pengembangan industri. Batam memiliki Rempang dan Galang, sedangkan Singapura sudah kehabisan lahan untuk mengembangkan kawasan industri.

Momentum itu seharusnya ditangkap pemerintah untuk mengembangkan Batam sebagai kawasan industri. Untuk menangkap peluang itu, kata dia , seharusnya pemerintah pusat menyelesaikan permasalahan kewenangan antara Badan Pengusahaan Batam dengan Pemkot Batam secara komprehensif, bukan setengah-setengah.

“Pemerintah harus menjawab pertanyaan sejumlah kalangan baik di tingkat nasional maupun di Kepri, Batam akan dijadikan kota apa? Mau dijadikan kota biasa-biasa saja atau mau dikembangkan sebagai kota industri yang besar?” ujarnya.

Secara de fakto, menurut Taba, Batam merupakan kota khusus karena ada Badan Pengusahaan Batam, yang dahulu bernama Otorita Batam. Sebaiknya, Badan Pengusahaan Batam dilebur ke Pemkot Batam, yang diberi kewenangan khusus oleh pusat.

“Otonomi khusus Batam adalah jawaban untuk memperbaiki kota ini menjadi lebih baik, satu komando. Otonomi khusus adalah keniscayaan untuk meningkatkan kesejahterakan masyarakat,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: