25 Agustus 2019
Home / Nasional / Polisi serang ambulans dan petugas medis Dompet Dhuafa dengan brutal

Polisi serang ambulans dan petugas medis Dompet Dhuafa dengan brutal

Ambulans Dompet Dhuafa yang rusak saat aksi brutal 22 Mei 2019. (Foto: Warta Ekonomi)

Jakarta (RiauNews.com) – Tim medis Dompet Dhuafa menjadi korban penyerangan oleh aparat keamanan secara brutal saat terjadi kerusuhan di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019), pukul 00.16 WIB.

Video penyerangan tersebut juga viral di media sosial, yang salah satunya diunggah salah satu pemilik akun Twitter Don Adam (@DonAdam08)

“POLICE BRUTALITY TO MEDICAL OFFICERS….,” pekik Don Adam.

Terkait adanya penyerangan tersebut, Direktur Program Dompet Dhuafa, Bambang Suherman, membenarkan dan menyebut petugas mereka mengalami luka-luka yang cukup parah.

Baca: Amien Rais bawa buku ‘Jokowi People Power’ saat diperiksa polisi

“Dompet Dhuafa sedang menangani korban dan mendalami kronologi kejadian. Pernyataan resmi akan dikeluarkan oleh lembaga Dompet Dhuafa dalam waktu secepatnya,” kata Bambang Suherman dalam keterangan sebagaimana dilansir Viva.

Terkait dengan kericuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 22 Mei 2019, Dompet Dhuafa mengeluarkan sikap sebagai berikut:

Baca: Keluarga minta kematian Farhan diusut

1. Sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa menerjunkan tim medis atas dasar kemanusiaan dan memegang teguh prinsip imparsial. Sehingga keterlibatan kami dalam aksi unjuk rasa ini tidak didasari motivasi politik atau keberpihakan pada kelompok tertentu.

2. Benar telah terjadi tindakan represif oknum kepolisian terhadap tim medis Dompet Dhuafa pada Kamis 23 Mei 2019 pukul 00.15 dini hari, di sekitar Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, yang mengakibatkan tiga anggota tim kami mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSPAD. Serta pengrusakan terhadap dua kendaraan kami.

3. Kami menyayangkan tindakan represif oknum kepolisian yang berlebihan terhadap tim medis dan relawan lembaga kemanusiaan yang hadir untuk membantu semua pihak, baik pengunjuk rasa, aparat keamanan, maupun masyarakat luas.

4. Kami meminta kepada Kepolisian dan TNI untuk memberikan akses yang seluas-luasnya dan perlindungan bagi tim kemanusiaan dan tim medis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan sesuai dengan Konvensi Jenewa 1949, khususnya Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 tentang perlindungan terhadap petugas kesehatan. ***

Komentar
%d blogger menyukai ini: