19 Agustus 2019
Home / Nasional / Pemerintah Indonesia blokir sementara Instagram, Facebook dan WhatsApp

Pemerintah Indonesia blokir sementara Instagram, Facebook dan WhatsApp

Menkominfo Rudiantara.

Jakarta (RiauNews.com) – Masyarakat Indonesia yang biasa aktif di media sosial, pada Rabu (22/5/2019) mengeluhkan tiga situs medsos terpopuler Instagram, Facebook dan WhatsApp susah diakses.

Error ketiga layanan milik Facebook ini kemudian menjadi perbincangan di jagat Twitter dan menjadi trending topic.



Karena Twitter sendiri adalah salah satu sosial media yang tidak terpengaruh, berdasarkan pantauan Tribunstyle, tagar #WhatsAppDown, #FacebookDown dan #InstagramDown menjadi tiga teratas topik yang paling banyak diperbincangkan oleh warganet Indonesia.

Baca: PNS Pemprov Sulsel ditangkap polisi gara-gara serukan ‘People Power’ di Facebook

Melalui Twitter, para pengguna melaporkan bahwa mereka tidak bisa mengakses dan menggunakan ketiga layanan tersebut.

Pengguna tidak dapat mengakses ketiga layanan baik dari aplikasi ponsel maupun melalui browser.

Ternyata error bukan terjadi di server medsos milik Facebook grup, melainkan memang sengaja diblokir oleh Pemerintah Indonesia.

Dikutip dari WartaKotaLive, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara membenarkan telah membatasi akses beberapa media sosial di Indonesia.

Baca: Polri usut Isu grup Whatsapp kerahkan Kapolsek dukung Jokowi

Hal ini kata Rudi, sejalan dengan pembatasan ruang-ruang provokasi aksi 22 Mei 2019, yang sedang ramai dilakukan.

“Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap, pembatasan dilakukan terhadap platfoam fitur-fitur Medsos jadi tidak semuanya,” kata Rudiantara dalam konferensi pers, Rabu (22/5/2019).

Sebab, rezim Jokowi mengklaim menemukan modus provokasi aksi pada tanggal 22 Mei hari ini, yakni dengan menyebarkan video dan meme foto ke aplikasi WA.

“Bukan di Medsos, tapi viralnya di WA,” imbuh Rudiantara.

Dan untuk sementara waktu, masyarakat Indonesia akan mengalami kelambatan mendownload foto atau upload video pada jejaring sosial media tersebut.

“Kemudian foto kenapa karena viralnya yang negatif lebih besarnya, mudorotnya ada disana,” ungkap Rudi.

Ini juga menurutnya sebagai bentuk, apresiasi terhadap media mainstream. “Biasa main di Medsos, kita sekarang mainnya di media mainstream,” ungkap Rudi.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: