Hasto sebut PDIP yang mendesak Presiden Jokowi cabut remisi pembunuh wartawan

Presiden Joko Widodo disambut Sekretaris Jendral PDIP, Hasto Kristiyanto.

Jakarta (RiauNews.com) – Sekretaris Jendral PDIP, Hasto Kristiyanto mendesak pemerintah mencabut keputusan pemberian remisi bagi I Nyoman Susrama, otak pembunuh wartawan AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

“PDI Perjuangan merekomendasikan pembatalan remisi tersebut, dan kami yakin pemerintahan demokratis Pak Jokowi akan membatalkan remisi tersebut,” kata Hasto dalam keterangannya, Sabtu (9/2).

Diketahui, Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara, 7 Desember 2018.

Walhasil, hukuman 115 napi itu berubah dari yang sebelumnya seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. Susrama diketahui salah satu dari 115 napi penerima remisi.

Hasto menilai keputusan pemberian remisi oleh pemerintah itu sudah seharusnya ditinjau ulang. Sebab, kata dia, demokrasi yang sehat harus diiringi dengan kebebasan terhadap insan pers Indonesia.

“Sebab demokrasi yang sehat salah satu indikasinya adalah kebebasan pers. Indonesia harus bebas dari intimidasi, dan kekerasan terhadap insan pers,” kata dia.***

Sumber: CNN Indonesia

Komentar
%d blogger menyukai ini: