25 Agustus 2019
Home / Nasional / Gunung Sinabung kembali meletus

Gunung Sinabung kembali meletus

Gunung Sinabung kembali erupsi melontarkan ribuan ton abu vulkanik ke udara.

Medan (RiauNews.com) – Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara (Sumut) meletus dengan tinggi kolom abu mencapai 7.000 meter di atas puncak, Ahad (9/6/2019) pukul 16.28 Wib. Sedikitnya tiga kecamatan di Karo tertutup abu vulkanik dari letusan Sinabung.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin menjelaskan tiga kecamatan itu yakni Kecamatan Payung, Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Tiga Binanga.

“Sebaran abu vulkanik Sinabung telah mencapai 20 km ke arah Tenggara. Untuk hujan abu di Kecamatan Tiga Binanga masih tipis. Sedangkan di Kecamatan Payung dan Kecamatan Naman Teran abunya cukup tebal,” kata Natanail.

Sebaran abu vulkanik juga mencapai Berastagi, sebab angin cukup kencang ke arah tenggara. Sebaran abu diperkirakan akan semakin tebal dan menjangkau daerah yang lebih jauh. “Sebaran abu juga mulai terjadi di daerah Berastagi, meski tak terlalu tebal,” ujarnya.

Usai letusan itu, tim BPBD, TNI dan Polri hingga tim relawan langsung bergerak ke sejumlah desa membagi-bagikan masker untuk warga. Penyiraman abu vulkanik dengan bantuan mobil pemadam kebakaran juga dilakukan.

Selain itu, water cannon Polres Karo juga bergerak ke Desa Naman Teran untuk melakukan penyiraman jalan. “Kami juga sudah melakukan penyiraman di beberapa titik. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk mencari informasi dari sumber-sumber terpercaya,” ujarnya.

Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 7.000 meter di atas puncak (± 9.460 meter di atas permukaan laut). Letusan itu tercatat paling tinggi sejak status Sinabung telah diturunkan dari Awas (level IV) menjadi level Siaga (level III) pada Senin (20/5/2019).

Kali ini, kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 9 menit 17 detik. Terjadi awan panas ke arah tenggara 3,5 km dan selatan 3 km serta terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan Gunung Sinabung.***[CNN]

Komentar
%d blogger menyukai ini: