22 Agustus 2019
Home / Internasional / Membiarkan kekerasan terhadap etnis Rohingya, pengharagaan HAM untuk Aung San Suu Kyi dicabut

Membiarkan kekerasan terhadap etnis Rohingya, pengharagaan HAM untuk Aung San Suu Kyi dicabut

Aung San Suu Kyi.

London (RiauNews.com) – Amnesty International mengumumkan pencabutan penghargaan hak asasi manusia (HAM) tertinggi “Ambassador of Conscience” yang pernah diberikan kepada Aung San Suu Kyi pada 2009.

Alasan Amnesty Internasional mencabut penghargaan HAM ini karena pengkhianatan pemimpin Myanmar tersebut terhadap nilai-nilai yang pernah dibelanya.



“Pada 11 November 2018, Sekretaris Jenderal Amnesty International Kumi Naidoo telah mengirimkan surat kepada Aung San Suu Kyi mengenai pencabutan penghargaan tersebut,” demikian rilis Amnesty, Selasa (13/11/2018).

Menurut Sekretaris Jenderal Amnesty International Kumi Naidoo, walaupun telah mencapai separuh dari masa jabatannya dan telah delapan tahun dibebaskan dari tahanan rumah, Aung San Suu Kyi tidak menggunakan otoritas politik dan moralnya untuk menjaga HAM, menegakkan keadilan dan kesetaraan.

Suu Kyi justru menutup mata terhadap kekejaman militer Myanmar dan meningkatnya serangan terhadap kebebasan berekspresi di negara tersebut.

“Sebagai seorang ‘Ambassador of Conscience Amnesty International’, harapan kami adalah Anda melanjutkan otoritas moral Anda untuk menentang ketidakadilan dimanapun Anda melihatnya, termasuk di Myanmar sendiri,” kata Naidoo dalam surat tersebut.

“Hari ini kami sangat kecewa menyampaikan bahwa Anda tidak lagi mewakili simbol harapan, keberanian, dan pembela hak asasi manusia.”

Amnesty International, kata Naidoo, tidak mempunyai alasan untuk tetap mempertahankan status Suu Kyi sebagai penerima penghargaan Ambassador of Conscience. Oleh karena itu, dengan sangat sedih menarik penghargaan tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: