25 Agustus 2019
Home / Internasional / Australia dipusingkan dengan meningkatnya populasi ikan mas

Australia dipusingkan dengan meningkatnya populasi ikan mas

Ikan karper mampu bertahan di ekosistem yang minim oksigen. (Kredit: abc.net.au)

Sydney (RiauNews.com) – Hampir satu juta ekor ikan air tawar mati massal di sungai Darling River di Australia beberapa waktu terakhir. Namun ikan karper (sejenis ikan mas) justru mampu bertahan dan selamat.

Tapi hal ini bukannya disambut gembira. Pasalnya, orang Australia menganggap ikan karper sebagai hama yang merusak ekosistem ikan asli.

Kemampuan ikan karper bertahan dari kematian massal ikan air tawar di sungai yang terletak di Kota Menindee saat ini justru menimbulkan kekhawatiran baru.

Karper bahkan menjadi pembahasan politik pada tahun 2015 ketika Wakil Perdana Menteri Barnaby Joyce saat itu, menjulukinya sebagai “pemakan lumpur menjijikkan”. Dia menyerukan perlunya pemusnahan karper.

Yang terjadi, baik kematian massal maupun upaya-upaya para politisi tidaklah mampu mengurangi jumlah populasi karper di Darling River.

Menurut badan National Carp Control Plan (NCCP), spesies ikan asli mengalami kematian massal akibat menjamurnya ganggang yang menyedot oksigen dari air.

Namun diperkirakan tidak banyak spesies karper yang jadi korban.

“Mereka ini hama yang sangat berhasil, lebih tahan daripada kebanyakan spesies ikan asli,” kata Koordinator NCCP Jamie Allnutt.

Ikan karper, katanya, mampu bertahan hidup pada suhu ekstrem, kualitas air buruk, serta lingkungan dengan oksigen rendah.

Beberapa kali ikan-ikan karper ini bahkan terlihat muncul ke permukaan sungai untuk menghirup udara.

Menurut Travis Casey, nelayan di daerah Broken Hill, hama ikan karper selama ini dikendalikan oleh predator alami, yaitu ikan kod.

Kematian ikan kod serta jenis ikan lainnya di perairan Darling River, akan menyebabkan spesies karper yang invasif mendominasi sungai setempat.

“Ikan kod menjadi predator utama selama 15 tahun dan jumlahnya mulai berkembang,” ujar Casey.

“Tanpa predator utama, maka ikan hama seperti karper pasti berkembang biak dengan cepat,” tambahnya.

Koordinator NCCP Jamie Allnutt mengatakan karper adalah spesies destruktif dan agresif yang jika dibiarkan berkembang akan mendominasi 80 persen biomassa di ekosistem air tawar.

Casey sendiri pada akhir pekan lalu melihat banyak ikan karper yang bertahan di antara ribuan ikan lainnya yang mati massal.

“Mereka nantinya akan jauh lebih sulit ditangani,” katanya.

Ketua Asosiasi Pariwisata Menindee, Rob Gregory, mengaku sedih jika Darling River menjadi rumah bagi ikan-ikan karper.

“Hanya akan ada ikan karper yang tersisa,” ujar Gregory.

“Untuk bisa kembali seperti semula akan butuh waktu seumur hidup. Tidak diragukan lagi,” katanya.***

Sumber: ABC Australia

Komentar
%d blogger menyukai ini: