17 Agustus 2018
Home / Hukum & Kriminal / Wako Cilegon: Hanya cari dana untuk sponsori Cilegon United

Wako Cilegon: Hanya cari dana untuk sponsori Cilegon United


Jakarta (RiauNews.com) – Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi (TIA) saat keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat pernyataan kepada awak media sebelum menuju rumah tahanan. Menurutnya, dana yang diterima saat dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, hanya berkaitan untuk dana sponsor sepakbola Cilegon United (CU) Football Club.

“Itu berkaitan dengan soal kami mencari sponsorship untuk tim sepak bola kota Cilegon. Hanya berkaitan dengan soal perizinan begitu ya, dan kami lihat ada antusias liga sepak bola Cilegon, kami carikan sponsorship, dan langsung ditransfer ke CU,” ujarnya.

Menurutnya, pengiriman uang ke klub sepak bola itu bukan suatu kejahatan, sebab dirinya tidak menerima uang atau gratifikasi apapun.



“Bukan modus,” tukasnya saat ditanyai wartawan berkaitan KPK menyebut hal itu hanyalah modus menyamarkan penggunaan uang.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (22/9) terhadap sembilan orang terkait kasus itu, sedangkan Tubagus Imam Ariyadi mendatangi Gedung KPK pada hari yang sama sekira pukul 23.30 WIB.

Dalam OTT tersebut total KPK mengamankan uang tunai senilai Rp1,152 miliar, yaitu terdiri dari Rp800 juta yang berasal dari PT Brantas Abipraya (AB) dan Rp352 juta yang merupakan sisa uang Rp700 juta yang berasal dari PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Imam diketahui meminta Rp2,5 miliar namun akhirnya disepakati sebesar Rp1,5 miliar dengan rincian Rp800 juta berasal dari PT BA dan Rp700 juta berasal dari PT KIEC yang ditransfer ke rekening Cilegon United Football Club untuk menyamarkan penggunaan uang sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan alias corporate social responsibility (CSR).

Selain Imam, KPK menetapkan kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal kota Cilegon Ahmad Dita Prawira (ADP) dan perantara penerima suap Hendry (H) dari swasta sebagai tersangka penerima suap. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: