19 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Turut jadi korban dan menang praperadilan, tapi Poniman masih ditahan Polresta

Turut jadi korban dan menang praperadilan, tapi Poniman masih ditahan Polresta

Keluarga Poniman di dampingi kuasa hukum mempertanyakan penahanan kliennya yang masih dilakukan Polresta Pekanbaru. (Kredit: Riauterkini.com)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Poniman yang menjadi korban penipuan pemalsuan surat-surat tanah dalam jual beli yang melibatkan tiga oknum lurah, dinyatakan menang oleh Praperadilan Pengadilan Negeri Pekanabaru. Namun hingga kini ayah tiga orang anak ini masih ditahan di Polresta Pekanbaru.

Iskandar Halim SH selaku kuasa hukum Poniman angkat bicara terkait kejanggalan yang menimpa kliennya tersebut. Bahkan dirinya akan melakukan upaya keadilan terhadap dua instansi penegakan hukum (Kejari dan Polresta Pekanbaru), karena dianggap menentang keputusan Pengadilan yang tertuang dalam Amar Putusan Nomor 27/Pid.Prap/2017/PN.PBR salah satu isinya berbunyi ‘membebaskan Poniman’.



Berbagai upaya terus dilakukan pihak kuasa hukum untuk membebaskan Poniman dengan mencoba menghubungi pejabat Kejari, untuk mempertanyakan kejelasan Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap kliennya itu. Namun kenyataannya kandas.

“Satu persatu telah kita hubungi mereka (Pejabat Kejari) tak satupun kontaknya hidup (non aktif),” sebut Iskandar.

Sesuai putusan Praperadilan tersebut, penetapan tersangka tindak pidana terhadap Poniman sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 263 ayat 1 KUHAP Jo Pasal 55 dan 56 KUHAP, adalah tidak sah dan tidak berdasarkan hukum.

“Termasuk berita acara pemeriksaan pemohon (Poniman) selaku tersangka juga tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan mengikat,” sambung Iskandar.

“Dalam poin ke tujuh putusan Prapid kepada termohon ditegaskan segera bebaskan pemohon (Poniman),” tegas Iskandar.

Untuk mendapatkan keadilan terhadap kebebasan Poniman, Iskandar melakukan pengajuan surat protes ke pihak Kejari Pekanbaru sembari memperlihatkan surat itu di depan awak media. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: