22 Oktober 2018
Home / Hukum & Kriminal / Tengah Indehoy, 28 pasangan mesum dan waria digaruk petugas

Tengah Indehoy, 28 pasangan mesum dan waria digaruk petugas

beberapa pasangan mesum hasil razia petugas Satpol PP Pekanbaru, Jumat (8/9/2017) dini hari

 

Pekanbaru (RiauNews.com) – Untuk memberantas aksi mesum yang dilakukan masyarakat pada sejumlah tempat, Satpol PP Kota Pekanbaru gelar operasi penertiban penyakit masyarakat (Pekat), Jumat (8/9/2017) dini hari, sekitar pukul 03.00 wib.

Sasaran razia kali ini adalah wisma dan hotel yang diduga menjadi tempat mesum pasangan muda-mudi.

Dari razia yang digelar, Satpol PP Kota Pekanbaru berhasil menjaring 62 orang. Rinciannya, 28 pasangan diduga mesum, satu wanita tanpa identitas dan lima waria.

“28 pasangan mesum dan satu wanita tanpa identitas itu terjaring di penginapan Wisma Bintang Lima jalan Arifin Ahmad dan lima orang Waria diamankan di kawasan Jalan SM Amin dan Jalan Riau Ujung,” kata Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (8/9/2017).

Zulfahmi menambahkan, dugaan pasangan mesum itu lantaran saat digeledah, puluhan pasangan yang terjaring tersebut tidak bisa menunjukkan buku nikah.

“Rata- rata mereka dipergoki tengah berdua-duaan di dalam kamar penginapan dan saat diperiksa, mereka tidak mampu membuktikan bahwa adalah pasangan sah yang resmi telah menikah,” kata Zulfahmi.

Kata Zulfahmi lagi, Wisma Bintang lima memang sudah lama diawasi oleh Satpol PP sesuai laporan masyarakat yang merasa resah karena adanya dugaan kegiatan mesum yang dilakukan tamu wisma tersebut.

Menurut Zulfahmi, bukan hanya pasangan muda-mudi yang diperiksa, pemilik wisma selaku penyedia tempat juga turut diperiksa oleh instansi lain dan kabarnya ditemukan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda). Tapi ia tidak menjelaskan apa bentuk pelanggaran Perda yang dilakukan pihak wisma.

“Kira tidak melarang membuka usaha, namun harus taat aturan,” imbuhnya.

Usai ditangkap, puluhan pasangan mesum dan waria ini digiring ke kantor Satpol PP menggunakan truk operasional.

“Mereka kita data, dan memberi tahu keluarganya, bahwa anak mereka ada di tempat tersebut (Wisma Bintang 5, red). Semoga bisa ditindaklanjuti oleh keluarga agar tidak terulang kejadian serupa,” kata Zulfahmi mengakhiri.

 

Pewarta : Safrinayanti

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: