19 Agustus 2018
Home / Hukum & Kriminal / Sidang kode etik ungkap keterlibatan petugas jaga dalam pelarian napi asal Malaysia

Sidang kode etik ungkap keterlibatan petugas jaga dalam pelarian napi asal Malaysia

Mohammad Aziziee, warga binaan Lapas Klas IIA Bengkalis yang kabur.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Kaburnya Muhammad Azizie, warga negara Malaysia yang merupakan narapidana dalam kasus narkoba dengan hukuman 15 tahun penjara, dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkalis 16 November 2017 lalu, diduga melibatkan orang dalam.

Hal ini terungkap dalam sidang kode etik wilayah yang digelar Direktorat Jendral (Ditjen) Lapas di Kanwil Kemenkumham Riau, Selasa (28/11/2017), dengan memeriksa tiga penjaga berinisial Sa, Su dan Bk, yang bertugas saat kejadian.

“Dalam sidang, ketiga oknum mengakui perbuatan penyalahgunaan wewenang sehingga melanggar kode etik selaku petugas,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Riau, Lilik Sujandi, yang ditemui usai sidang.

Atas dugaan pelanggaran itu, tiga oknum ini pun harus menjalani beberapa serangkaian proses sanksi, baik internal hingga peradilan umum.

“Untuk internal diantaranya membuat pernyataan penyesalan secara terbuka disampaikan kepada atasan, dan direkomendasikan hukuman disiplin. Selanjutnya diminta mengikuti proses penyidikan sampai ketahap peradilan yang akan diselenggarakan manakala dari penyidik melanjutkan ke prosesnya ke pengadilan,” tambah Lilik.

Dijelaskan, dalam sidang tersebut terungkap ketiganya mengakui menerima sesuatu dari napi tersebut.

Sa sebagai kepala regu pengamanan jika terbukti membantu pelarian Azizie, selain dipecat dari jabatannya juga terancam dijerat kurungan penjara.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: