21 November 2018
Home / Hukum & Kriminal / Sadis, para napi gunakan pecahan kaca habisi nyawa polisi

Sadis, para napi gunakan pecahan kaca habisi nyawa polisi

Karangan bunga di Mako Brimob atas gugurnya lima polisi saat kerusuhan tiga hari lalu. (Kredit: Tribunnews)

Depok (RiauNews.com) – Polri saat ini masih menelusuri bagaimana tewasnya lima personel Brigade Mobil (Brimob), di rumah tahanan Mako Brimob yang sempat dikuasai para napi teroris selama 36 jam tersebut.

Meski hasil pemeriksaan resmi belum keluar, namun disinyalir nyawa para petugas tersebut dihabisi dengan cara yang cukup sadis, yakni membunuh menggunakan pecahan kaca.



“Infonya bukan pakai senjata tajam, pakai kaca. Sekarang sedang dipilah. Saksi-saksi sudah dipilah. Nanti akan diperiksa lagi,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (11/5).

Dijelaskan juga, sejumlah senjata rampasan Densus 88 dari para napi dirampas balik oleh para napi teroris dari tempat penyimpanan. Senjata berupa senjata api laras panjang dan pendek serta bom rakitan.

Namun, melihat luka para polisi yang menjadi korban, yakni di bagian leher dan luka sobek di sejumlah tubuh, diduga adanya penggunaan benda tertentu untuk menghabisi nyawa para personel yang gugur.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian mengakui adanya titik kelemahan dalam pengamanan senjata. Sehingga, terjadi perampasan oleh napi terorisme dalam insiden penyanderaan di Mako Brimob yang menyebabkan lima anggota Polri tewas.

Tito menjelaskan, lima anggota tersebut bukanlah tim penindak atau pemukul. Lima anggota ini adalah tim pemberkasan yang bertugas melakukan pemberkasan napi terorisme untuk dipersiapkan menuju persidangan. Pemberkasan dilakukan di sebuah ruangan di Mako Brimob tempat senjata sitaan dari para napi juga disimpan.

“Tapi mereka juga punya senjata perorangan, itu yang dirampas. Di samping itu ada juga barang bukti senjata yang ditaruh di situ untuk ditunjukkan kepada tersangka, itu juga yang dirampas. Selama ini mungkin dianggap enggak ada masalah sehingga dilaksanakan itu sebetulnya ada kelemahan, itu yang dirampas senjata itu, ” kata Tito di Mako Brimob, Kelapa Dua, Kamis (10/5) petang.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: