11 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Respon Plt Gubri atas ditahannya sekda Dumai oleh KPK

Respon Plt Gubri atas ditahannya sekda Dumai oleh KPK

Sekda Kota Dumai Muhammad Nasir.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Muhammad Nasir, pada Rabu (5/12/2018). Penahanan dilakukan terkait proses penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pembangunan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis. Pengerjaan proyek itu dilakukan dalam skema tahun jamak 2013-2015.

Terkait penahanan Sekda Dumai tersebut, Plt Gubenur Riau Wan Thamrin Hasyim menyampaikan rasa prihatin, namun dia mengaku belum mendapatkan laporan langsung.



“Iya saya taunya tadi malam itu, lihat running teks di televisi. Belum dapat laporan langsung,” kata Wan, Kamis (6/12/2018).

Wan mengungkapkan, kasus yang membelit Sekda Dumai tersebut merupakan kasus lama saat masih menjabat Kadis PU di Bengkalis.

“Kasus lama itu, saat masih di PU Bengkalis, kemarin kan sudah pernah dicekal juga saat yang bersangkutan mau berangkat umroh,” katanya.

Namun, ia menilai KPK sangat hati-hati dalam mengangi kasus ini. Sebab kasus ini kata Wan sudah lama ditangani oleh pihak KPK hingga berujung ke penahanan M Nasir yang dilakukan, Rabu (5/12) kemarin.

“Kan lama jaraknya baru ditahan, berarti sudah lengkap itu, makanya ditahan,” ujarnya.

Plt Gubenur meminta semua pihak termasuk M Nasir yang saat ini ditahan oleh pihak KPK untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan proses hukumnya kepada pihak KPK.

Saat kejadian berlangsung, Nasir menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis.

Selain Nasir, KPK juga menahan seorang tersangka lainnya, Hoby Sugara, seorang pihak rekanan dalam proyek tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menerangkan jika proses penyidikan perkara itu masih terus dilakukan. Ia juga menjelaskan jika KPK belum menetapkan tersangka baru.

“Belum ada tersangka baru di kasus Bengkalis. Penyidikan masih berjalan,” sebutnya.

Lebih lanjut ia menerangkan jika penyidik masih menunggu hasil audit kerugian negara yang dilakukan oleh BPK RI.

“Kami masih harus menunggu audit perhitungan kerugian negara dari BPK. Jika audit sudah selesai barulah akan dibahas langkah berikutnya atau pengembangan perkara pada pelaku lain,” ujar Febri.

Sementara itu, sebelum ditahan, KPK sempat mengajukan upaya cekal terhadap Muhammad Nasir. Pencekalan ini sudah diperpanjang satu kali.***

Sumber: Tribunnews

Komentar
%d blogger menyukai ini: