17 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Red Notice atas Habib Rizieq malah buat malu Indonesia

Red Notice atas Habib Rizieq malah buat malu Indonesia

Habib Rizieq

Jakarta (RiauNews.com) – Langkah Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya memasukkan Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam daftar pencarian orang (DPO), dengan menerbitkan red notice, yang membuat Imam Besar Front Pembela Islam tersebut menjadi buruan interpol, dinilai oleh Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Mudzakir sebagai tindakan yang gegabah.

Menurutnya, tindakan ini malah mencoreng dan membuat malu Pemerintah Indonesia sendiri, karena kasus yang disematkan pada HRS tidaklah termasuk dalam kejahatan besar.

“Kalau kejahatannya enggak terlalu siginifikan lalu menggunakan instrumen internasional untuk mencari seseorang, ya jadi malulah Indonesia,” kata Mudzakir sebagaimana dikutip dari laman Republika, Senin (31/5/2017).

Dia mengatakan, seharusnya aparat tidak terburu-buru untuk memasukkan HRS dalam DPO tersebut. Seharusnya ada kejelasan dulu mengenai pelaku tindak kejahatan tersebut layak atau tidak dibuatkan red notice, karena dunia Internasional tidak akan mengerti hukum di Indonesia seperti apa.

“Masa kepentingan kecil pun dibikinin red notice. Itu tidak relevan,” kata Mudzakir.

Sebelumnya diberitakan pada Rabu (31/5) siang, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyampaikan bahwa penyidik Polda Metro jaya sudah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk tersangka kasus chat berkonten pornografi Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: